WartaJatim.CO.ID -Kelompok Masyarakat Peduli Olahraga (Kemaspola) kembali menggelar lomba lari 10K di Alun-alun Bangil pada Minggu (14/9/2025) pagi.
Para peserta dilepas langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, yang hadir untuk kedua kalinya di event serupa.
Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Pasuruan, Hadir pula Pengasuh Ponpes Banad Darullughoh Wadda'wah Raci, Habib Segaf Baharun, Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko, Ketua KONI, Mamat Aryo Setiawan, serta sejumlah undangan lainnya.
Baca Juga: Sri Mulyani Pamit dari Kursi Menkeu, Tinggalkan Pesan Haru dan Permintaan Privasi yang Mengejutkan
Dalam sambutannya, Emil menekankan pentingnya menikmati lomba bersama-sama sambil menjaga stamina. “Tahun kemarin saya juga datang ke sini. Semoga sampai finish, jangan loyo. Kalau capek istirahat. Yang penting dinikmati bersama-sama suasananya,” kata Wagub Emil.
Menurut Emil, kehadirannya sebagai Wakil Gubernur merupakan bentuk komitmen sekaligus penghormatan kepada warga Bangil dan masyarakat Kabupaten Pasuruan secara umum.
Ia bahkan bercanda untuk menegaskan pentingnya kehadirannya dalam acara tersebut. “Bisa kuwalat warga Bangil kalau saya gak datang hari ini,” ujarnya sembari tertawa.
Baca Juga: Dialog Ketenagakerjaan dan Investasi di Gresik, Wabup Asluchul Alif Tegaskan Kolaborasi
Emil juga berharap lomba ini menjadi ajang penjaringan bibit atlet yang potensial, terutama di cabang atletik.
“Dukungan KONI baik di tingkat kabupaten maupun provinsi untuk para atlet yang berpartisipasi agar bisa terus berkembang ke jenjang lebih tinggi harus dilakukan. Ini salah satu cara untuk dapat menjaring bibit atlet,” tegasnya.
Ketua Panitia lomba, Abu Bakar Assegaf, mengungkapkan bahwa kegiatan ini diikuti sekitar 600 pelari dari berbagai daerah di Indonesia.
Baca Juga: Dialog Ketenagakerjaan dan Investasi di Gresik, Wabup Asluchul Alif Tegaskan Kolaborasi
Peserta lomba tidak hanya berasal dari kalangan profesional, tetapi juga anak-anak mulai usia 11 tahun.
Abu Bakar menambahkan bahwa tujuan utama lomba ini adalah membangun regenerasi atlet lari di Pasuruan, yang pernah menelurkan pelari berprestasi internasional pada era 1970-an.