Sementara itu, Kepala SRT Bangkalan, Lailatul Munawaroh, menjelaskan bahwa kurikulum sekolah dirancang dengan sistem multi-entry dan multi-exit.
Baca Juga: Peninjauan Langsung Wali Kota Malang di SPPG Buring untuk Tingkatkan Keamanan Makanan Anak Sekolah
Model ini memberikan keleluasaan bagi siswa untuk menentukan waktu masuk maupun keluar sesuai kemampuan belajar masing-masing.
“Pada tahap awal, siswa akan mengikuti program matrikulasi selama dua bulan sebelum penempatan kelas. Kurikulumnya adaptif dan sesuai regulasi pendidikan nasional, dengan dua jenjang yaitu kelas rendah dan kelas tinggi setara SD,” jelasnya.
Dengan hadirnya Sekolah Rakyat Terintegrasi di Bangkalan, pemerintah daerah berharap akses pendidikan semakin terbuka bagi masyarakat, sekaligus menjadi solusi nyata untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mendukung pengentasan kemiskinan di wilayah tersebut. (gha)