Sementara itu, Kepala SRT Bangkalan, Lailatul Munawaroh, menjelaskan bahwa kurikulum sekolah dirancang dengan sistem multi-entry dan multi-exit.
Baca Juga: Peninjauan Langsung Wali Kota Malang di SPPG Buring untuk Tingkatkan Keamanan Makanan Anak Sekolah
Model ini memberikan keleluasaan bagi siswa untuk menentukan waktu masuk maupun keluar sesuai kemampuan belajar masing-masing.
“Pada tahap awal, siswa akan mengikuti program matrikulasi selama dua bulan sebelum penempatan kelas. Kurikulumnya adaptif dan sesuai regulasi pendidikan nasional, dengan dua jenjang yaitu kelas rendah dan kelas tinggi setara SD,” jelasnya.
Dengan hadirnya Sekolah Rakyat Terintegrasi di Bangkalan, pemerintah daerah berharap akses pendidikan semakin terbuka bagi masyarakat, sekaligus menjadi solusi nyata untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mendukung pengentasan kemiskinan di wilayah tersebut. (gha)
Artikel Terkait
Bupati Bangkalan dan BPK RI Dorong Sinergi Pemerintah untuk Turunkan Kemiskinan Lewat Pemberdayaan Masyarakat
Bupati Bangkalan Lukman Hakim Resmi Lantik Pejabat Baru di Pendopo Agung untuk Perkuat Pelayanan Publik dan Kinerja Pemerintahan
Bupati Bangkalan Dampingi Mensos Gus Ipul Tinjau Sekolah Rakyat yang Segera Mulai MPLS pada Akhir September
Bupati Bangkalan Lukman Hakim Dukung Sekolah Rakyat dan DTSEN sebagai Strategi Pengentasan Kemiskinan di Madura
Bupati Bangkalan Lukman Hakim Resmikan Malam Tera’ Bulan di UTM dengan Pertunjukan Seni Budaya Nusantara