Sebanyak 200 penari dari 10 kabupaten dan kota di berbagai wilayah akan menari bersama para penari Gandrung Banyuwangi.
Plt. Kepala Dinas Pariwisata Banyuwangi Taufik Rohman mengatakan, sejumlah daerah yang ikut ambil bagian antara lain Malang, Kediri, Sidoarjo, Gresik, Pasuruan, Bali, Probolinggo, dan Situbondo.
“Bahkan beberapa diaspora di Sorong Papua dan Sumatera Selatan juga ikut berpartisipasi,” kata Taufik.
Salah satu peserta dari luar daerah, Atika Zahra asal Pasuruan, merasa bangga dapat menjadi bagian dari acara budaya terbesar di Banyuwangi tersebut.
"Saya menyukai tarian-tarian dari Banyuwangi, salah satunya Gandrung. Senang sekali akhirnya bisa terlibat manggung di event akbar ini," ungkap Zahra.
Peserta asal Sidoarjo, Safira Firdaus, juga mengungkapkan rasa kagumnya terhadap pesona tari Gandrung yang sarat makna.
"Saya bangga bisa ikut Gandrung Sewu. Meski bukan asli Banyuwangi, saya sangat terinspirasi tarian ini," kata Safira.
Rangkaian kegiatan menuju puncak acara akan dimulai sejak 23 Oktober 2025 dengan penyelenggaraan Festival Musik yang menampilkan berbagai musisi daerah.
Kemudian, pada 24 Oktober 2025, akan digelar prosesi Meras Gandrung, yaitu ritual khusus bagi penari sebelum tampil.
Prosesi ini menjadi simbol spiritual seorang penari yang telah melewati berbagai ujian untuk dinyatakan layak tampil sebagai penari Gandrung.
Baca Juga: Bahlil Sentil Menkeu Purbaya soal Harga LPG 3 Kg: Mungkin Salah Baca Data
Masih pada tanggal yang sama, wisatawan juga dapat menikmati Banyuwangi Percussion Festival yang akan diadakan di Terminal Terpadu Sobo. Empat sanggar musik tradisional akan menampilkan kemampuan mereka memainkan alat musik pukul dengan irama khas Banyuwangi.