jawa-timur

Pesanan Batik Tulis "Pakrida" Khas Pasuruan Meningkat, Jumiati Selesaikan 60 Lembar per Bulan

Rabu, 15 Oktober 2025 | 09:00 WIB
Kain Batik (Foto: pasuruankab.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Desa Kemantren Rejo, Kecamatan Rejoso, menjadi pusat perhatian setelah Jumiati, salah satu pembatik lokal, menerima lonjakan pesanan batik dari ASN Pemkab Pasuruan.

Sejak bulan Maret 2025, Jumiati menyelesaikan sekitar 60 lembar batik tulis "Pakrida" setiap bulannya, menunjukkan tingginya minat terhadap kain tradisional khas Kabupaten Pasuruan.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Pasuruan, Saat ditemui di rumahnya pada Senin (13/10/2025) pagi, Jumiati menceritakan kesibukannya dalam menyelesaikan seluruh pesanan batik tulis setiap harinya.

Baca Juga: Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa Tegaskan Dukungan Penuh untuk Independensi dan Objektivitas Inspektorat

"Semua pesanan batik tulis, karena mungkin lebih bagus dipandang dan kalau dirawat bisa tahan lama sampai 10 tahun," ungkap Jumiati.

Setiap lembar kain batik tulis membutuhkan waktu 4 hingga 7 hari untuk diselesaikan secara mandiri oleh Jumiati.

Apabila jumlah pesanan meningkat, Jumiati dibantu oleh beberapa karyawan yang memiliki tugas masing-masing, mulai dari menggambar motif, mewarnai, mencanting, hingga packing kain.

Baca Juga: Pemkab Lamongan Lakukan Pemangkasan Pohon Setiap Bulan untuk Antisipasi Cuaca Ekstrem dan Menjaga Keselamatan Warga

"Saya biasanya seminggu untuk satu kain. Tapi kalau pesannya 10, ya tetap seminggu karena terus berputar ada yang menggambar, mewarnai, mencanting, packing sendiri-sendiri," jelasnya.

Harga batik yang dibuat Jumiati bervariasi, mulai dari Rp 275 ribu hingga Rp 375 ribu per lembar, tergantung kualitas kain dan motif.

"Kalau primis sima saya jual Rp 350 ribu karena kainnya yang paling bagus dan lembut serta kualitas batik yang paling bagus," imbuhnya.

Baca Juga: Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi Tegaskan Pentingnya Disiplin ASN Sebagai Pondasi Reformasi Birokrasi yang Bersih dan Berdaya Saing

Jumiati juga memberi tips perawatan batik agar tetap awet, terutama untuk ASN yang telah membeli karyanya.

Ia menyarankan agar batik dicuci dengan cairan klerek atau shampoo, dijemur tidak di bawah sinar matahari langsung, dan dihindarkan dari deterjen yang dapat memudarkan warna kain.

Halaman:

Tags

Terkini