WartaJatim.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro bersama Tim Reskrim Polres Bojonegoro melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah SPBU di wilayah Bojonegoro untuk memastikan kualitas BBM jenis Pertalite.
Langkah sidak ini diambil setelah adanya keluhan dari warga mengenai kendala pada mesin kendaraan pasca pengisian BBM jenis Pertalite, sehingga perlu dilakukan pemeriksaan kualitas secara langsung.
Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Bojonegoro, Inspeksi tersebut dilaksanakan pada Senin (27/10/2025) dan bertujuan untuk melindungi konsumen serta memastikan bahwa BBM yang beredar sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Baca Juga: Dana APBD Mengendap Rp234 Triliun, Gubernur Jabar dan Sumut Buka Suara, Menkeu Tegaskan Data BI!
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro, Retno Wulandari, menegaskan pentingnya sidak tersebut bagi perlindungan konsumen dan pemantauan mutu BBM di Bojonegoro.
"Kami melakukan sidak ke beberapa SPBU untuk memastikan kualitas BBM yang beredar dan melindungi konsumen," ujar Retno.
Hasil inspeksi kemudian dikomunikasikan dengan PT Pertamina Patra Niaga - SBM Area 5, dan pihak Pertamina mengajukan pengujian laboratorium untuk memastikan mutu BBM Pertalite yang beredar.
“PT Pertamina Patra Niaga telah membuka Pos Pelayanan dan Pengaduan Konsumen terdampak. Konsumen dapat membawa KTP, laporan tempat pengisian BBM Pertalite, dan nota asli total biaya perbaikan yang disebabkan oleh BBM jenis Pertalite,” jelas Retno.
Pos Pelayanan dan Pengaduan Konsumen tersedia di SPBU Jetak, SPBU Sawunggaling, SPBU terakhir pembelian BBM, dan melalui call center 135, dengan jam operasional mulai 27 hingga 29 Oktober 2025 pukul 08.00-16.00 WIB.
Pemkab Bojonegoro berharap melalui sidak mendadak ini, kualitas BBM Pertalite di wilayah Bojonegoro tetap terjaga dan masyarakat dapat merasa aman saat melakukan transaksi pembelian BBM. (gha)