• Sabtu, 18 April 2026

Bagai Diplomat Ulung, Mahasiswa HI UMM Perang Gagasan di Praktikum Model United Nations

Photo Author
Bridgeta Elisa, Wartajatim.co.id
- Rabu, 24 Juli 2024 | 10:55 WIB

Program Studi Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Malang kembali mengadakan praktikumModel United Nations (MUN) untuk mata kuliah OrganisasiInternasional. Praktikum yang berlangsung di Ballroom Rayz Hotel UMM pada Minggu (30/6) ini merupakansarana yang diberikan oleh Prodi HI UMM agar para mahasiswa dapat merasakan bagaimana menjadi seorangdiplomat sesungguhnya di persidangan PerserikatanBangsa-Bangsa (PBB).


Dengan mengusung tema Accountability for Human Rights Violations and War Crimes in the Middle East Conflict Zones, para mahasiswa berperan sebagaidelegasi dari 43 negara yang mengikuti konferensi di bawah naungan United Nations Human Rights Council (UNHRC). Nantinya, mahasiswa akan saling adu argumenuntuk merumuskan resolusi konflik atas krisiskemanusiaan di wilayah Timur Tengah.


Baca Juga: Adu Pertunjukkan, Kelompok Praktikum Kajian Kawasan Persembahkan Pentas Budaya Sejarah yang Filosofis

Indriani Sarbela Yahya, salah seorang mahasiswi yang menjadi delegasi negara Italia, bahwa para peserta telahmempersiapkan diri mereka sejak bulan April. Dengandipandu oleh panitia, para peserta mengerjakan tugas-tugas seperti general speakers’ list, position paper, dan motion list.


“Sebelum, hari-h itu rasanya nervous, tegang gitu. Waktu hari-h malah rasanya seru banget,” ungkap mahasiswiyang kerap disapa Bela tersebut.


Baca Juga: Tutup Semester Genap Tahun Ajaran 2023/2024, Prodi HI UMM Adakan Gelar Praktikum Atmospheral 2.0

Sementara itu, terdapat kategorisasi pemenang dalamkonferensi ini, antara lain: best costume yang dimenangkan oleh delegasi dari Tiongkok, best position paper yang dimenangkan oleh Suriah, dan best delegatesyang dimenangkan oleh Iran.


Zuhair Baheramsyah, salah perwakilan dari Iran mengakubahwa jalannya konferensi berlangsung sangat seru. “Kelompok kami bersaing dengan kelompok lain yang merupakan negara-negara dengan power yang kuat, seperti Amerika Serikat, Israel, dan Inggris. Tapi, kami masih bisa memenangkan konferensi ini dengan draft resolution yangg telah kami susun,” urai Zuhair.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Bridgeta Elisa

Terkini

X