• Sabtu, 18 April 2026

Rendra Masdrajad Safaat Lakukan Kunjungan Kerja ke Dinas Pendidikan Kabupaten Malang bersama Ketua DPRD Kota Malang

Photo Author
Ghita Nasywa Aida, Wartajatim.co.id
- Selasa, 10 Desember 2024 | 14:15 WIB
Foto; Dok. Tim Jiren
Foto; Dok. Tim Jiren

Kunjungan kerja Rendra Masdrajad Safaat akrab di sapa Jiren bersama Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita ke Dinas Pendidikan Kabupaten Malang. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau teknis pelaksanaan program yang sudah berjalan di Kabupaten Malang sebagai bahan evaluasi dan adaptasi teknis program untuk diterapkan di Kota Malang.

Dalam kunjungan tersebut, Rendra mengapresiasi langkah Kabupaten Malang yang telah melaksanakan program ini melalui uji coba di sejumlah sekolah. Salah satunya adalah SMP 1 Poncokusumo, di mana kantin sekolah yang dikelola Darma Wanita memberikan makan gratis kepada 678 siswa. “Kami melihat bagaimana teknis pengelolaan di sini, mulai dari koordinasi dengan pihak sekolah, keterlibatan orang tua, hingga pengawasan kualitas makanan. Ini menjadi referensi penting bagi kami untuk implementasi di Kota Malang,” ujar Rendra.

-
Foto: Dok. Tim Jiren

Rendra menyoroti pentingnya pengelolaan secara lokal yaitu pemberdayaan darma wanita atau organisasi setempat dibandingkan menggunakan dapur umum. “Pengelolaan lokal lebih fleksibel dan memungkinkan kontrol kualitas yang lebih baik. Yang kami lihat dan diskusikan Dapur umum memiliki banyak tantangan, mulai dari logistik hingga kelayakan makanan, sehingga tidak direkomendasikan untuk skala besar seperti ini,” jelasnya.

Baca juga: Peringatan Hari Jadi Ke-1264 Kabupaten Malang, Bupati Sanusi Ajak Warga Maju Bersama

Selain itu, teknis pelibatan orang tua dalam pengawasan juga menjadi poin penting. Di Kabupaten Malang, pihak sekolah berkolaborasi dengan orang tua dan organisasi seperti Darma Wanita untuk memastikan program ini berjalan sesuai standar. Rendra menyebut bahwa pendekatan ini bagus jika diterapkan di Kota Malang, karena dapat meningkatkan efektivitas program.

Program makan gratis ini direncanakan akan mulai diterapkan di Kota Malang pada awal 2025, dengan uji coba di beberapa sekolah sebelum diperluas ke seluruh wilayah. Namun, Rendra menekankan bahwa dukungan anggaran dari DPRD Kota Malang sangat diperlukan untuk memastikan keberlanjutan program.

Selain membahas makan gratis, kunjungan ini juga meninjau dukungan teknis lainnya, seperti insentif bagi tenaga pendidik. Guru PAUD non-ASN, misalnya, mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah pusat yang disalurkan melalui APBD daerah. Pengelolaan teknis seperti distribusi bantuan ini harus dilakukan dengan transparan dan akuntabel agar tepat sasaran.

Dengan melihat teknis yang sudah berjalan di Kabupaten Malang, Rendra optimis bahwa Kota Malang dapat mengadaptasi program makan gratis ini dengan baik. “Kami akan memastikan teknis pelaksanaannya disesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan yang ada di Kota Malang,” tutup Rendra.

Baca juga: KPU Kabupaten Malang Siapkan 7 Ribu Pantarlih untuk Pilkada 2024, Figur Muda PKS Puguh Wiji Pamungkas Siap Maju sebagai Calon Kepala Daerah

Kunjungan ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi Kota Malang untuk melaksanakan program makan gratis secara efektif, mendukung kesejahteraan siswa, dan meningkatkan kualitas pendidikan.

(***)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghita Nasywa Aida

Tags

Terkini

X