• Sabtu, 18 April 2026

Resmi Dimulai! Proyek Baterai EV Rp95 Triliun di Karawang Siap Ciptakan 43.000 Lapangan Kerja dan Hasilkan USD40 Miliar

Photo Author
Novia Rizky Amelia, Wartajatim.co.id
- Selasa, 8 Juli 2025 | 14:53 WIB
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.  (instagram/bahlillahadalia)
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. (instagram/bahlillahadalia)

WartaJatim.CO.ID – Pemerintah Indonesia secara resmi memulai pembangunan Proyek Ekosistem Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi di kawasan Artha Industrial Hills (AIH), Karawang, Jawa Barat, Minggu (29/6/2025). Proyek ambisius ini menjadi tonggak penting dalam penguatan industri kendaraan listrik nasional.

Dengan total investasi mencapai USD5,9 miliar atau sekitar Rp95,5 triliun, proyek ini diperkirakan akan menciptakan sekitar 43.000 lapangan kerja—terdiri dari 8.000 pekerjaan langsung dan 35.000 tidak langsung. Tak hanya menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, dampak ekonomi yang dihasilkan pun luar biasa, mencapai USD40 miliar per tahun.

Dalam sambutannya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa proyek ini menandai lompatan besar Indonesia dalam penguasaan teknologi baterai listrik.

Baca Juga: Prabowo Bercanda ke Menteri ESDM Asal Papua: “Nasib Kau Baik Jadi Menteri Kau!” – Suasana Cair di Acara Resmi

“15 gigawatt ini kalau kita konversi ke baterai mobil itu kurang lebih sekitar 250.000 sampai 300.000 mobil,” ujar Bahlil.

Proyek ini diinisiasi melalui kerja sama antara Indonesia dengan Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL)—perusahaan raksasa asal Tiongkok yang dikenal sebagai pemain utama di industri baterai global. Kerja sama ini menjadi bukti keseriusan Indonesia dalam membangun rantai pasok kendaraan listrik dari hulu ke hilir.

Tak hanya difokuskan untuk kendaraan listrik, menurut Bahlil, pengembangan baterai juga dirancang agar bisa menyimpan energi dari panel surya, sebagai bagian dari transisi menuju energi baru dan terbarukan.

Baca Juga: Presiden Prabowo Resmikan Proyek Energi Terbarukan dan Peningkatan Produksi Minyak di 15 Provinsi Sebagai Langkah Menuju Swasembada Energi

“Sudah kita bicarakan, dan insyaallah mereka bersedia untuk kita kembangkan agar semua produk ada dalam negeri,” imbuhnya optimis.

Dengan target produksi 15 gigawatt baterai per tahun, Indonesia tak hanya berambisi menjadi pemain regional, tetapi juga global dalam industri kendaraan listrik dan energi terbarukan. Proyek ini diharapkan menjadi batu loncatan menuju kemandirian energi nasional dan pengurangan emisi karbon.

(HCY)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Baharudin Gia

Sumber: Promedia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X