• Sabtu, 18 April 2026

Waspada Banjir Rob! Jakarta Utara Terancam Pasang Laut Mulai 4 Juli, BPBD: Puncaknya Jam 6–12 Malam

Photo Author
Novia Rizky Amelia, Wartajatim.co.id
- Selasa, 8 Juli 2025 | 15:01 WIB
Foto Ilustrasi - BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk waspada ancaman banjir rob pada 4 Juli hingga 13 Juli 2025.  (Unsplash/Jonathan Ford)
Foto Ilustrasi - BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk waspada ancaman banjir rob pada 4 Juli hingga 13 Juli 2025. (Unsplash/Jonathan Ford)

WartaJatim.CO.ID – Ancaman banjir rob kembali membayangi kawasan pesisir Jakarta. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta mengeluarkan imbauan resmi terkait potensi rob yang dipicu oleh pasang maksimum air laut, diperkirakan berlangsung mulai 4 hingga 13 Juli 2025.

Dalam unggahan di akun resmi Instagram @bpbddkijakarta, BPBD mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya di wilayah pesisir utara Jakarta.

“Waspada banjir pesisir Provinsi DKI Jakarta durasi 04–13 Juli 2025,” tulis BPBD, dikutip Senin, 7 Juli 2025.

Baca Juga: Ipuk Fiestiandani Perintahkan OPD Banyuwangi Siaga Hadapi Banjir Hulu Gunung Raung

Fenomena ini dipicu oleh pasang air laut yang bertepatan dengan fase Bulan Purnama, yang secara alami dapat meningkatkan tinggi muka air laut secara signifikan. Kondisi ini berpotensi menyebabkan limpasan air laut ke daratan, terutama pada jam-jam tertentu.

“Puncak pasang maksimum terjadi pada pukul 18.00–24.00 WIB,” lanjut BPBD.

Sejumlah wilayah yang diprediksi terdampak antara lain Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, Tanjung Priok, serta wilayah pesisir Kepulauan Seribu.

Baca Juga: Waspada Banjir Rob Melanda! BPBD DKI Umumkan Ancol dan Daerah Pesisir Terancam Pasang Laut 21–29 Juni 2025

BPBD mengimbau warga untuk secara rutin memantau informasi terkait kondisi pasang air laut melalui kanal resmi BPBD, serta bersiaga terhadap kemungkinan naiknya permukaan air laut secara tiba-tiba. Selain itu, warga diimbau untuk segera menghubungi layanan darurat Jakarta Siaga 112 bila menghadapi situasi yang membahayakan atau membutuhkan evakuasi.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga disebut tengah melakukan pemantauan intensif di sejumlah titik rawan rob. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi guna meminimalisir risiko dan memastikan masyarakat tetap dapat beraktivitas dengan aman.

Langkah kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat diharapkan mampu menjaga keamanan wilayah pesisir dari potensi bencana akibat faktor alam yang berulang ini.

Baca Juga: Halmahera Selatan Dilanda Banjir Hebat, 13.965 Warga Mengungsi dan Balita Tewas Terseret Arus Deras

(HCY)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Baharudin Gia

Sumber: Promedia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X