wartajatim.co.id - Pasca-reshuffle Kabinet Merah Putih yang diumumkan Presiden Prabowo Subianto pada Senin (8/9/2025), pasar keuangan domestik langsung bereaksi. Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS, sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun ke zona merah.
Pada perdagangan Selasa (9/9/2025), mayoritas sektor saham masih terkoreksi. IHSG ditutup melemah 1,78% ke level 7.628,60, sedangkan indeks LQ45 turun 1,74% ke 769,92. Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di rentang 7.791,33 hingga 7.619,71.
Tercatat 465 saham melemah, 222 saham menguat, dan 118 stagnan, dengan nilai transaksi harian Rp24,9 triliun dan volume 39,7 miliar saham.
Sementara dolar AS diperdagangkan di kisaran Rp16.465.Menanggapi gejolak pasar, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa pelemahan rupiah maupun IHSG tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan.
Baca Juga: Satgas PHK Segera Terealisasi, Airlangga Pastikan Proses Aturan Sudah Berjalan
Menurutnya, kondisi ini hanya bersifat sementara dan lebih banyak dipengaruhi sentimen ketimbang faktor fundamental ekonomi.
“Ini kan temporary (sementara),” ujar Airlangga saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
Ia menambahkan, fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat sehingga gejolak pasar berpeluang segera mereda.
“Pertama fundamental kuat, berarti ini kan masalahnya sentimen. Jadi kalau masalah sentimen itu tentu kita lihat dengan kebijakan yang dilakukan pemerintah tentu ini akan berbalik,” jelasnya.
Airlangga bahkan mencontohkan fenomena serupa ketika pemerintah meluncurkan Danantara. Saat itu, pasar sempat melemah sesaat namun segera kembali menguat.
“Ini mirip pada saat Danantara di-launch, kan turun sebentar kemudian naik lagi,” tuturnya.
Salah satu sorotan utama dalam reshuffle adalah pergantian Menteri Keuangan, di mana Purbaya Yudhi Sadewa ditunjuk menggantikan Sri Mulyani. Namun, Airlangga menilai perubahan tersebut tidak akan membawa dampak besar terhadap kepercayaan pasar.
Baca Juga: OJK Pastikan Stabilitas Keuangan RI Tetap Kuat, IHSG Catat Rekor Baru di Tengah Dinamika Global
Artikel Terkait
IHSG Terjun Bebas 9,16%, Analis: "Setiap Kenaikan Bisa Jadi Pijakan Penurunan Lebih Dalam"
Soroti Gejolak Bursa Saham, Menko Airlangga Hartarto: IHSG Masih Negatif, tapi Sudah dalam Tren Positif
Airlangga: Tarif Impor 32% dari Trump Ditunda! Indonesia Diberi 3 Minggu Lagi untuk Negosiasi Final
Soal Deal Tarif RI-AS 19 Persen, Menko Airlangga Jelaskan Transfer Data Pribadi Termasuk dalam Kesepakatan
IHSG Sempat Sentuh 8.000 saat Pidato Prabowo, Ditutup Melemah Tipis di Sesi Pertama
IHSG Tertekan Usai BI Turunkan Suku Bunga, Saham Jumbo Ikut Terkoreksi