WartaJatim.CO.ID – Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Purbaya Yudhi Sadewa, mendapat pesan khusus dari ekonom global sekaligus Chairman Rockefeller International, Ruchir Sharma.
Pesan itu menyinggung strategi Indonesia agar bisa mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi, salah satunya dengan memberi ruang luas bagi sektor swasta serta menghindari jebakan belanja sosial berlebihan.
Pernyataan Sharma muncul dalam siniar YouTube Prof. Rhenald Kasali yang tayang pada Kamis, 11 September 2025. Dalam perbincangan dengan Rhenald, Sharma menyebut bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk tumbuh lebih tinggi, bahkan melampaui angka pertumbuhan yang selama ini berkisar di 5 persen.
Baca Juga: Janji Optimisme Menkeu Purbaya: Ekonomi RI Bangkit Oktober dan Pulih Akhir 2025
“Pertumbuhan 5 persen itu target yang bagus, tidak bisa dianggap kecil,” kata Sharma. Namun, ia menekankan, agar Indonesia bisa melesat, strategi ekonomi harus lebih berpihak pada investasi produktif dan swasta.
Ia mencontohkan kebangkitan Tiongkok yang memberikan keleluasaan sektor swasta untuk berkembang. “China memberi rakyatnya banyak kebebasan untuk masuk ke berbagai bidang ekonomi, terutama sektor swasta. Dari situlah kekuatan ekonominya tumbuh,” ungkapnya.
Menurut Sharma, China pada masa pembangunan tidak banyak menggelontorkan anggaran untuk bantuan sosial, melainkan fokus pada infrastruktur. “Mereka fokus pada investasi infrastruktur, karena itu yang menciptakan pertumbuhan masa depan,” jelasnya.
Baca Juga: 4 Gebrakan Ekonomi Menkeu Purbaya dalam Seminggu Menjabat, Publik Soroti Dampaknya
Chairman Rockefeller ini juga memberi peringatan agar Indonesia tidak mengikuti pola Amerika Latin, yang justru tersandera akibat terlalu banyak mengalokasikan anggaran untuk belanja sosial. “Ini hal yang perlu diperhatikan bagi Indonesia,” tegasnya.
Sementara itu, pengamat ekonomi Rhenald Kasali menilai pergantian Menkeu dari Sri Mulyani ke Purbaya lewat reshuffle Kabinet Merah Putih pada 8 September 2025 menjadi perhatian publik.Ia mengingatkan, gaya percaya diri Purbaya saat tampil di hadapan publik bisa menjadi ujian tersendiri.
“(Purbaya) ketika muncul langsung 'koboy' nih, langsung mengatakan jago ekonomi. Benarkah dia jago? Kita akan lihat nanti,” ucap Rhenald. Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya integritas seorang Menkeu dalam menjaga arah kebijakan ekonomi Indonesia.
Baca Juga: Tantowi Yahya Bela Menkeu Purbaya yang Diminta Mundur: Waktu Akan Buktikan Pilihan Presiden
“Yang kita butuhkan bukan hanya orang pinter, tapi orang yang jujur. Bisa mengatakan apa adanya kepada atasannya dan masyarakat. Independen itu kunci, agar tidak terbebani dengan beban politik,” tambahnya.
Sharma pun mengingatkan bahwa Indonesia memiliki rekam jejak kuat di masa lalu. Ia mengenang bagaimana negeri ini berhasil bangkit pasca-krisis 1997 dengan reformasi perbankan dan momentum booming komoditas.
Artikel Terkait
Wabup Malang Lathifah Shohib Sampaikan Ucapan Selamat kepada Purbaya Yudhi Sadewa yang Resmi Dilantik Presiden Prabowo sebagai Menteri Keuangan RI
Menkeu Purbaya Bantah Narasi 'Indonesia Suram', Yakin Ekonomi RI Aman Selama Dikelola dengan Baik
Menkeu Purbaya Tegas Soal Tuntutan 17 Plus 8: Suara Kecil, Solusinya Pertumbuhan Ekonomi 6-7 Persen
Menkeu Baru Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan, Rhenald Kasali dan Ruchir Sharma Ingatkan Tantangan Ekonomi Indonesia
Generasi Z Wajib Tahu! Peringatan Menkeu Purbaya Soal Paylater, Investasi Digital, dan Risiko Utang Konsumtif
5 Fakta Menarik Jejak Karier Purbaya Yudhi Sadewa, Sosok Pengganti Sri Mulyani Jadi Menteri Keuangan Era Prabowo