nasional

Percepatan Program Pangan dan Koperasi: Langkah Strategis Pemerintah di Bawah Kepemimpinan Prabowo Subianto

Selasa, 25 Februari 2025 | 12:59 WIB
Upaya Pemerintah Mengurangi Ketergantungan Impor Susu dan Meningkatkan Produksi Lokal (Foto: presidenri.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Pemerintah Indonesia, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, telah menempatkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu prioritas utama dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dikutip WartaJatim dari laman Humas Presiden, Dalam rapat yang diadakan pada 24 Februari 2025, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi menekankan pentingnya peran koperasi dalam mendukung program ini, terutama di desa-desa yang bergantung pada sektor pertanian.

Budi Arie menyatakan, “Pak Presiden ingin koperasi ini menjadi gaya hidup baru, koperasi ini menjadi strategik, dan koperasi ini diharapkan bisa membantu masyarakat atau rakyat meningkat kesejahteraannya.”

Baca Juga: 6 Klinik Kecantikan Terbaik di Malang: Rekomendasi untuk Perawatan Kulit Anda

Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjadikan koperasi sebagai instrumen utama dalam pembangunan ekonomi lokal.

Di sisi lain, pemerintah juga mengambil langkah tegas untuk mendorong industri susu dalam negeri.

Wamentan Sudaryono menegaskan bahwa seluruh industri pengolahan susu diwajibkan untuk menyerap susu lokal dari peternak dalam negeri.

“Industri pengolahan susu wajib mengambil susu lokal. Kalau tidak dia laksanakan, maka izin impornya dan kuota impornya bisa kita bekukan atau kita tahan,” ujar Sudaryono.

Baca Juga: Hadiri Pengajian Pemuda Muhammadiyah, Wabup Malang Ajak Perkuat Ukhuwah dan Gotong Royong

Saat ini, Indonesia masih mengimpor sekitar 80 persen kebutuhan susu nasional, dan pemerintah menargetkan untuk menekan angka impor ini dengan meningkatkan produksi susu lokal.

Untuk mendukung peningkatan produksi susu, pemerintah mencanangkan investasi dalam pengadaan induk sapi, dengan target mendatangkan dua juta sapi indukan ke Indonesia.

“Sudah ada 167 perusahaan yang komit untuk berinvestasi mendatangkan sapi. Jadi negara tidak mengeluarkan APBN tapi mereka berinvestasi, sumber sapinya dari mereka, mereka yang pelihara, mereka yang bermitra dengan peternak-peternak lokal dan seterusnya,” tambahnya.

Baca Juga: Arus Mudik Lebaran 2025: Polri Antisipasi 100 Juta Pemudik dengan Rekayasa Lalu Lintas

Pemerintah juga memastikan bahwa program Makan Bergizi Gratis akan didukung dengan sumber protein lokal. Saat ini, susu belum masuk dalam program tersebut karena keterbatasan produksi dalam negeri.

“Kita tidak ingin memberikan susu impor kepada anak-anak kita. Kita ingin substitusi dulu dengan sumber protein yang lain, dengan telur, daging ayam dan seterusnya,” kata Sudaryono. (gha)

Tags

Terkini