WartaJatim.CO.ID - Insiden penyerangan Mapolres Tarakan oleh sejumlah oknum prajurit TNI pada Senin malam (24/2) menimbulkan kekhawatiran akan soliditas antara TNI dan Polri.
Dikutip WartaJatim dari laman Humas Polri, Meskipun terjadi kesalahpahaman yang memicu insiden tersebut, Kapolda Kalimantan Utara dan Pangdam VI/Mulawarman menegaskan bahwa kerjasama antara kedua institusi tetap terjaga.
Insiden penyerangan Mapolres Tarakan terjadi pada Senin malam, sekitar pukul 23.00 Wita. Akibat insiden tersebut, enam anggota Polri mengalami luka-luka dan saat ini mendapatkan perawatan medis.
Baca Juga: Pengukuhan Guru Besar dan Reformasi Kehutanan Menuju Indonesia Emas Tahun 2045
Kapolda Kaltara, Irjen Pol. Hary Sudwijanto, menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan TNI untuk merumuskan pola penyelesaian pascainsiden.
Kapolda juga menyampaikan bahwa Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha memberikan dukungan moril untuk mengembalikan situasi seperti semula.
Pangdam menegaskan bahwa peristiwa penyerangan Mapolres Tarakan tidak akan merusak soliditas dan solidaritas yang telah dibangun bersama-sama dengan jajaran kepolisian.
Baca Juga: Geger! Rans Nusantara Hebat Tutup Netizen Ramai-Ramai Berkomentar
Ia juga memastikan bahwa pihaknya akan terus mendalami dan menyelidiki para prajurit TNI yang diduga terlibat insiden penyerangan dan akan menindak sesuai dengan hukum yang berlaku.
“Kita bersama-sama Kapolda ingin mendinginkan suasana dan peristiwa ini tidak akan merusak solidaritas yang sudah kita bangun bersama-sama dengan kepolisian,” ujar Pangdam.
Baca Juga: PLN Percepat Transisi Energi, Gandeng University of Dundee dan SKK Migas
Masyarakat diminta untuk bersabar menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Bidang Propam Polda Kaltara dan Denpom TNI.
Kapolda dan Pangdam berkomitmen untuk menyelesaikan masalah ini secara berjenjang dan transparan. (gha)