• Sabtu, 18 April 2026

Pengukuhan Guru Besar dan Reformasi Kehutanan Menuju Indonesia Emas Tahun 2045

Photo Author
Bridgeta Elisa Putri, Wartajatim.co.id
- Rabu, 26 Februari 2025 | 11:24 WIB
Pengukuhan Guru Besar dan Reformasi Kehutanan Menuju Indonesia Emas Tahun 2045 ((Foto: Bridgeta Elisa/WartaJatim.CO.ID))
Pengukuhan Guru Besar dan Reformasi Kehutanan Menuju Indonesia Emas Tahun 2045 ((Foto: Bridgeta Elisa/WartaJatim.CO.ID))


WartaJatim.CO.ID -
Workshop bertajuk "Reformasi Kehutanan Menuju Indonesia Emas 2045" diselenggarakan pada Selasa, 25 Februari 2025, di Gedung Arjuna, Kantor Bakorwil III Malang.

 

Workshop dibuka oleh Asep Kusdinar, Kepala Bakorwil III Malang, "Tema ini bukan hanya relevan tapi juga strategi dalam menghadapi tantangan di sektor kehutanan Indonesia," ujar Asep.

Pengukuhan Guru Besar dan Seminar Kehutanan

Acara ini juga menjadi bagian dari perayaan pengukuhan Prof. Dr. Asihing Kustanti sebagai Guru Besar Ilmu Kelembagaan Pengelolaan Hutan di Universitas Brawijaya. Pengukuhan tersebut diawali dengan prosesi arak-arakan oleh mahasiswa Fakultas Kehutanan UB yang berlangsung meriah.

Baca Juga: Temui Warga Poncokusumo Malang, Puguh DPRD Jatim Dicurhati Potensi Wisata TNBTS

Dalam sambutannya, Asihing Kustanti mengungkapkan bahwa gelar profesornya telah resmi diberikan sejak September 2024, namun pengukuhan baru dilaksanakan pada Februari 2025.

Materi Workshop oleh Prof. Dr. Ir. Bramasto Nugroho

Sesi inti workshop menghadirkan Prof. Dr. Ir. Bramasto Nugroho, Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB, yang membawakan materi berjudul "Pengelolaan dan Pengurusan Hutan Jawa Menuju Indonesia Emas 2045". 

Dalam paparannya, Bramasto menyoroti beberapa poin utama: 

Baca Juga: 6 Tradisi Ramadan di Jawa Timur: Momen Spesial untuk Anak!

  • Luas kawasan hutan di Jawa hanya sekitar 24% dari total luas Pulau Jawa
    Hutan mengalami tekanan akibat dikuasai negara untuk kemakmuran rakyat (UU No. 41 Tahun 1999 Pasal 4 Ayat 1)
  • Implikasi dari lemahnya kelembagaan menyebabkan pemanfaatan sumber daya yang berlebihan dan kerusakan ekosistem

Pengukuhan Guru Besar dan Reformasi Kehutanan Menuju Indonesia Emas Tahun 2045 ((Foto: Bridgeta Elisa/WartaJatim.CO.ID))

 

Dalam diskusi, Bramasto menyoroti bahwa hutan di Jawa maupun luar Jawa menghadapi tantangan yang sama, yakni penurunan daya dukung dan daya tampung akibat eksploitasi berlebihan.

Baca Juga: 9 Kegiatan Ramadan Anak TK: Mengajarkan Nilai-Nilai Keagamaan dengan Cara Menyenangkan

"Kawasan hutan kita sekarang ini mengalami tekanan, baik di Jawa maupun luar Jawa. Penyakitnya sama, daya dukung dan daya tampung kawasan hutan ini semakin menurun," papar Prof. Dr. Ir. Bramasto Nugroho.

Oleh karena itu, penguatan kelembagaan seperti KPH menjadi solusi penting untuk memastikan pengelolaan hutan yang lebih berkelanjutan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Bridgeta Elisa Putri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X