WartaJatim.CO.ID - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menerima kunjungan pendiri Microsoft dan tokoh filantropi global, Bill Gates, di Istana Merdeka Jakarta pada Rabu pagi (7/5).
Pertemuan bersejarah ini menghasilkan kesepakatan bantuan dana hibah senilai 159 juta dolar AS atau setara dengan Rp2,627 triliun untuk berbagai sektor strategis di Indonesia.
Bill Gates tiba di kompleks Istana Kepresidenan sekitar pukul 08.15 WIB, mengenakan setelan jas abu-abu yang dipadukan dengan kemeja biru, dasi merah, dan sepatu pantofel hitam. Kedatangan miliarder teknologi ini disambut langsung oleh Presiden Prabowo.
"Beliau (Bill Gates) telah memberi hibah ke Indonesia senilai 159 juta dolar (setara Rp2,627 triliun)," ungkap Prabowo dalam keterangan resminya yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden.
Baca Juga: Presiden Prabowo Angkat Bicara Soal Isu Jokowi: Dari Dugaan Ijazah Palsu Hingga 'Boneka Kekuasaan'
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo juga memperkenalkan jajaran menteri Kabinet Merah Putih kepada Bill Gates.
Suasana pertemuan terlihat hangat dan produktif, dengan pembahasan yang berfokus pada kerja sama di berbagai bidang strategis.
Presiden Prabowo merinci alokasi dana hibah tersebut, dengan porsi terbesar ditujukan untuk sektor kesehatan.
"Di kesehatan 119 juta dolar, pertanian 5 juta dolar, teknologi 5 juta dolar, bantuan sosial lainnya lintas sektor totalnya lebih dari 28 juta dolar," jelas Prabowo.
Baca Juga: Presiden Prabowo Sidak Dapur MBG: Tekankan Higienitas Meski Program Capai Keberhasilan 99,99%
Dengan rincian tersebut, sektor kesehatan Indonesia akan menerima bantuan senilai Rp1,966 triliun, sementara sektor pertanian dan teknologi masing-masing mendapatkan dana senilai Rp82,6 miliar.
Sisa dana akan dialokasikan untuk bantuan sosial lintas sektor dengan total lebih dari Rp462 miliar.
Hibah ini dinilai strategis bagi pengembangan infrastruktur kesehatan Indonesia, terutama di tengah upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan nasional.
Sektor teknologi dan pertanian juga diharapkan mendapat dorongan signifikan dari bantuan ini, sejalan dengan program pemerintah untuk mempercepat transformasi digital dan ketahanan pangan.