nasional

Kepala BGN Dadan Hindayana Perintahkan Training Ulang SPPG Pasca Keracunan MBG di Bogor

Kamis, 15 Mei 2025 | 09:35 WIB
Kepala BGN akan melakukan training ulang untuk petugas SPPG. (Instagram/badangizinasional.ri)

WartaJatim.CO.ID -  Badan Gizi Nasional (BGN) akan melakukan training ulang kepada seluruh petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setelah ramai kasus keracunan yang terjadi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Keputusan ini diambil menyusul kasus keracunan masal yang menimpa 223 siswa di Kota Bogor pada awal Mei 2025, akibat kontaminasi bakteri E. coli dan Salmonella pada makanan yang disediakan oleh SPPG Bina Insani.

"Kejadian (keracunan) justru dari SPPG yang sudah 3-4 bulan melakukan pelayanan," kata Dadan Hindayana dalam konferensi pers di gedung Ombudsman, Jakarta Selatan, pada Rabu (14/5/2025).

Dadan Hindayana mengungkapkan kekhawatiran bahwa kasus keracunan terjadi karena para petugas SPPG yang sudah berpengalaman justru menjadi lengah akibat rutinitas sehari-hari.

Baca Juga: Bill Gates Apresiasi Program MBG Prabowo Saat Kunjungi Sekolah di Jakarta Timur

Kelancaran pelaksanaan program selama beberapa bulan berturut-turut diduga membuat mereka kurang waspada dalam menerapkan protokol keamanan pangan.

"Jadi mungkin karena aman setiap hari, sudah merasa terbiasa, sehingga kami melihat butuh penyegaran," imbuh Dadan menjelaskan alasan dibalik keputusan untuk mengadakan training ulang.

Program MBG sendiri merupakan program pemerintah yang menyediakan makanan bergizi gratis untuk anak sekolah, balita, serta ibu hamil dan menyusui.

Program ini dijalankan oleh SPPG-SPPG yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia di bawah pengawasan BGN.

Untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang, BGN telah menyiapkan program training ulang yang akan dilaksanakan secara berkala. Dadan menekankan pentingnya menjaga kewaspadaan meskipun pelaksanaan program berjalan lancar.

Baca Juga: Presiden Prabowo Sidak Dapur MBG: Tekankan Higienitas Meski Program Capai Keberhasilan 99,99%

"Setiap 2-3 bulan kita akan lakukan training ulang untuk para penjamah makanan supaya kewaspadaan terus ditingkatkan, standar kualitas (makanan) tetap dijaga supaya rutinitas itu tidak membiuskan mereka," jelas Dadan.

Dadan juga menegaskan bahwa kelancaran pelaksanaan program tidak boleh membuat para petugas SPPG terlena.

"Mereka (SPPG) selalu meningkatkan kualitas pelayanannya," imbuhnya.

Halaman:

Tags

Terkini