Kasus keracunan MBG di Kota Bogor yang terjadi antara tanggal 6-9 Mei 2025 telah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) dengan total korban mencapai 223 siswa.
SPPG Bina Insani yang bertanggung jawab atas distribusi makanan di wilayah tersebut kini tengah dalam penyelidikan.
Baca Juga: Presiden Prabowo Evaluasi Kasus Keracunan Program MBG: 99,99% Sukses Capai Target
Wali Kota Bogor Dedie Rachim telah mengonfirmasi hasil uji laboratorium yang menunjukkan adanya kontaminasi bakteri berbahaya pada makanan yang disajikan.
"Saya menerima laporan hasil uji lab dari Labkesda. Hasilnya memang menunjukkan beberapa bahan makanan mengandung bakteri E. coli dan Salmonella," kata Dedie Rachim kepada awak media di Rumah Dinas Wali Kota Bogor pada Senin (12/5/2025).
Berdasarkan hasil uji laboratorium, kontaminasi bakteri ditemukan pada beberapa menu makanan yang disajikan.
"Bakteri ini muncul dari ceplok telor yang dipakai bumbu barbeque, yang kedua dari tumis toge dan tahu yang terindikasi mengandung Salmonella," jelas Dedie.
Baca Juga: Ketika Ribuan Staf MBG Belum Terima Gaji, Prabowo Justru Sedih Menterinya Tak Dapat Mobil Dinas
Meskipun BGN fokus pada pelatihan ulang sebagai langkah preventif, sumber yang dekat dengan penyelidikan mengungkapkan bahwa akan ada sanksi tegas bagi SPPG yang terbukti lalai dalam menerapkan protokol keamanan pangan.
Sanksi tersebut bisa berupa peringatan, denda, hingga pencabutan izin operasional jika ditemukan kelalaian yang berat.
Pemerintah juga berencana untuk meningkatkan sistem pengawasan terhadap jalannya program MBG dengan melibatkan lebih banyak pihak, termasuk Dinas Kesehatan, BPOM, dan masyarakat sebagai pengawas langsung.
Upaya transparansi juga akan ditingkatkan dengan publikasi hasil audit secara berkala.
Kasus keracunan di Bogor ini menjadi peringatan serius bagi seluruh pihak yang terlibat dalam program MBG untuk lebih berhati-hati dalam penanganan makanan, mengingat target penerima manfaat adalah kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu hamil. (SAZ)
Penulis: Sabrina Zainita