nasional

Jokowi Tanggapi Meme Viral Bikinan Mahasiswa ITB: Ekspresi Demokrasi Harus Punya Batas

Kamis, 15 Mei 2025 | 11:08 WIB
Jokowi saat masih menjabat Presiden melakukan groundbreaking D’Prima Hotel Nusantara di IKN pada 25 September 2024. (Instagram/jokowi)

WartaJatim.CO.ID - Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara menanggapi viralnya meme yang menampilkan dirinya dengan Presiden Prabowo Subianto.

Meski menegaskan bahwa pembuatan meme adalah bagian dari ekspresi demokrasi di era digital, Jokowi menilai konten tersebut sudah melampaui batas kewajaran.

"Ya itu bentuk berdemokrasi di era digital, tapi menurut saya itu sudah kebablasan, sudah kebangetan (keterlaluan)," ungkap Jokowi kepada awak media saat ditemui di Solo pada Rabu, 14 Mei 2025.

Baca Juga: Bareskrim Polri Ambil 7 Ijazah Teman Kuliah Jokowi di Jateng untuk Uji Forensik

Mantan presiden dua periode tersebut menambahkan, "Tapi itu untuk peringatan, jadi peringatan untuk kita semua kalau demokrasi jangan diartikan apa-apa boleh. Ada batasnya."

Meme kontroversial yang menjadi perbincangan hangat tersebut diduga dibuat oleh seorang mahasiswi Institut Teknologi Bandung (ITB) dari Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) berinisial SSS.

Perempuan tersebut kini telah ditetapkan sebagai tersangka dengan tuduhan melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Baca Juga: Presiden Prabowo Angkat Bicara Soal Isu Jokowi: Dari Dugaan Ijazah Palsu Hingga 'Boneka Kekuasaan'

Meski demikian, Jokowi menegaskan tidak akan melaporkan kasus tersebut ke pihak berwajib. Ia justru lebih mendukung upaya pembinaan yang akan dilakukan oleh pemerintah terhadap mahasiswi tersebut.

"Oh nggak (dilaporkan), kan sudah diputuskan oleh pemerintah bahwa akan dibina lebih dulu," tegasnya.

Senada dengan Jokowi, pihak pemerintah yang diwakili oleh Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi sebelumnya menyatakan harapan untuk memberikan pembinaan kepada mahasiswi terkait.

Baca Juga: Mahfud MD Tegaskan Isu Ijazah Jokowi Tak Pengaruhi Keabsahan Kebijakan Negara

Pernyataan tersebut disampaikan Nasbi kepada media di kawasan Menteng, Jakarta Pusat pada Sabtu, 10 Mei 2025.

"Kalau ada pasal-pasalnya, kami serahkan ke polisi," ujar Hasan Nasbi. "Tapi kalau dari pemerintah, itu kalau anak muda ada semangat-semangatnya yang terlanjur, mungkin lebih baik dibina ya," lanjutnya.

Halaman:

Tags

Terkini