WartaJatim.CO.ID - Kidflix, platform pedofilia terbesar di dunia telah ditutup dalam operasi internasional.
Platform tersebut dibuat pada tahun 2021 oleh kriminal siber yang mengambil untung besar dan menjadi platform paling populer di kalangan pedofilia.
Pada 2 April 2025, europol mengunggah press release terakait investigasi untuk melawan eksploitasi seksual terhadap anak.
Kepolisian Kriminal Negara Bagian bavaria (Bayerisches Landeskriminalamnt) dan Kantor Pusat Bavaria memimpin investigasi tersebut.
Baca Juga: Presiden Prabowo Tunjuk Bimo Wijayanto sebagai Direktur Jenderal Pajak Baru di Istana Kepresidenan
Tentunya, investigasi ini didukung oleh Europol untuk menuntut kejahatan siber. Terdapat lebih dari 35 negara di seluruh dunia berpartisipasi mengungkap kasus ini.
Platform ini memiliki 1,8 juta pengguna di seluruh dunia sekitar April 2022 hingga Maret 2025.
Terdapat 72.000 video hingga 11 Maret 2025 yang berhasil disita oleh otoritas Jerman dan Belanda. Selama penyelidikan, terungkap ada 1.400 tersangka di seluruh dunia.
Sejauh ini, 79 orang sudah ditangkap karena menyebarkan konten pelecehan seksual anak.
Pelaku-pelaku tersebut beberapa tidak hanya mengunggah dan menonton video, namun juga ada yang melakukan pelecehan terhadap anak-anak.
Baca Juga: Viral! Dedi Mulyadi Kasih Bonus Rp25 Juta Cuma-Cuma saat Upacara ke Siswa Bandung, Ada Apa?
Investigasi ini masih berlangsung. Para analis europol memberikan dukungan intensif kepada pemerintah nasional dengan menganalisa video.
Pemeriksaan silang semua data yang tersedia dan pemberian bukti kepada negara-negara terkai juga dilakukan untuk mengoptimalkan penyelidikan.
Platform Pedofilia Kidflix Diakses Pengguna Indonesia:
Unggahan x akun resmi Stealth Mole @stealthmole_int, perusahaan keamanan teknologi Singapura membuat masyarakat Indonesia heboh karena terdapat ribuan user Indonesia yang mengakses Kidfilx. Terdapat 16 jaringan aktif di Jakarta dan 8 jaringan aktif di Semarang yang mengakeses Kidflix.