Unggahan tersebut diposting ulang kemudian dikutip oleh akun @xktddi di komunitas marah-marah. Pengguna akun tersebut merasa marah karena platform pedofilia terbesar di dunia tampaknya terdapat ribuan pengguna di Indonesia.
“ya Allah bisa bisanya platform ‘pdf file’ terbesar di dunia USERNYA RIBUAN DI INDO????? ga pemerintah ga warganya kenapa bikin malu trs sih…kemaren viral yg inses inses itu, skrg ini lg…allahuakbar,” tulis @xktddi pada 19 Mei 2025.
Baca Juga: Sammy Simorangkir Jadi Saksi Kasus Dugaan Penghinaan Ahmad Dhani ke Rayen Pono: Ini Kronologinya!
Masyarakat mengaku kecewa karena akhir-akhir ini kasus pedofilia dan inses tidak kunjung selesai.
Sebelumnya, kasus pelecehan serupa di internet juga terjadi di Facebook dengan viralnya grup Fantasi Sedarah dan grup Suka Duka yang berisikan konten inses.
Mayoritas korban pelecehan di grup tersebut juga anak-anak. Masyarakat berharap Komdigi juga berperan untuk memberantas platform tersebut di Indonesia.
Kasus ini jika tidak segera diusut berpotensi makin maraknya pelecehan seksual terhadap anak-anak.
Masalah yang bersifat global ini diharapkan dapat selesai bahkan dengan menindaklanjuti pengguna yang mencari dan menonton konten. (DAT)
Artikel Terkait
Band Kotak Terancam 4 Tahun Penjara: Posan Tobing Resmi Gugat Dugaan Pelanggaran Hak Cipta
Grup Fantasi Sedarah Viral di Facebook, DPR Murka Minta Polisi Segera Bereskan
Detik-detik Maut di JPL 08 Magetan: Tujuh Motor Tertabrak KA Malioboro Ekspres
Batasan Diskon Ongkir Makin Ramai Dibahas, Begini Tanggapan Pos Indonesia
Sammy Simorangkir Jadi Saksi Kasus Dugaan Penghinaan Ahmad Dhani ke Rayen Pono: Ini Kronologinya!