nasional

Hidayat Nur Wahid Desak TNI-Polri Transparan Usut Kematian Prada Lucky

Senin, 11 Agustus 2025 | 13:57 WIB
Potret Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, turut mendesak TNI dan Polri usut kematian Prada Lucky Chepril Saputra Namo. (Instagram/hnwahid)

WartaJatim.CO.ID - Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW), mengecam keras dugaan penganiayaan yang menewaskan Prada Lucky Chepril Saputra Namo. Menurutnya, peristiwa ini menjadi ujian bagi TNI dan Polri untuk menjaga citra sebagai pengayom dan teladan bagi masyarakat.

“TNI dan Polisi kita menjadi teladan, bagaimana mereka menghadirkan konsolidasi… tentulah mereka harus menjadi pengayom di antara mereka sendiri, pembela di antara mereka sendiri,” ujar HNW di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (8/8/2025).

Ia mengingatkan pentingnya soliditas internal di lembaga negara, termasuk TNI dan Polri. “Jangan sampai justru menghadirkan kesan kondisi tidak solid, kondisi saling mencederai,” tambahnya.

Baca Juga: Tragis! Mantan Kadispen TNI AU Tewas Saat Pesawat Capung Jatuh di Bogor, Video Detik-Detik Kecelakaan Viral

Terkait kasus Prada Lucky, HNW menegaskan bahwa penegakan hukum harus dilakukan secara adil dan transparan. “Karena ini sudah terjadi, hukum harus ditegakkan seadil-adilnya, setransparan mungkin,” tegasnya. Ia berharap langkah ini dapat memulihkan kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum.

“Bahwa masyarakat percaya hukum ada di Indonesia, masyarakat percaya hukum diberlakukan kepada siapapun dan dengan cara itu mudah-mudahan akan mengembalikan juga soliditas di internal TNI maupun juga di lembaga negeri lainnya,” lanjutnya.

Prada Lucky meninggal dunia pada Rabu (6/8/2025) di RSUD Aeremo, Kabupaten Nagekeo, NTT, setelah menjalani perawatan intensif akibat dugaan kekerasan oleh para seniornya.

Baca Juga: Kasus Prada Lucky: Ayah TNI Ancam Nyawa Jadi Taruhan Demi Keadilan Anaknya yang Diduga Dianiaya Senior

Kematian ini memicu amarah sang ayah, Sersan Mayor Christian Namo, yang menuntut keadilan. “Nyawa saya taruhannya kok, saya mati dulu baru masalah ini selesai,” ujarnya saat menjemput jenazah putranya di Bandara El Tari, Kupang, Kamis (7/8/2025).

Kasus ini kini menjadi sorotan publik, dengan harapan proses hukum dapat berjalan tanpa pandang bulu demi menjaga kehormatan institusi dan mencegah tragedi serupa terulang.

(HCY)

Tags

Terkini