WartaJatim.CO.ID - Poso, Sulawesi Tengah — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,0 mengguncang Kabupaten Poso pada Minggu (17/8/2025), meninggalkan duka mendalam.
Satu orang jemaat Gereja Elim Masani dilaporkan meninggal dunia setelah sebelumnya sempat dirawat dalam kondisi kritis akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan kabar tersebut dalam keterangan resmi, Senin (18/8/2025).
“Yang meninggal dunia merupakan pasien yang sebelumnya mengalami kritis usai tertimpa reruntuhan bangunan pascagempa di Gereja,” ujarnya. Saat gempa terjadi, para jemaat tengah melaksanakan ibadah. Bangunan gereja yang masih dalam tahap konstruksi tidak mampu menahan guncangan.
Baca Juga: Gempa M 6,0 Guncang Poso: Gereja Jemaat Elim Rusak, 29 Warga Luka-Luka, Dua di Antaranya Kritis
Sejumlah material berupa kayu dan batako berjatuhan, menimpa jemaat yang berada di dalam. Selain korban jiwa, kaji cepat BNPB melaporkan kerusakan infrastruktur di sejumlah titik.
Sedikitnya 12 rumah warga mengalami rusak berat, sementara 33 rumah lainnya tercatat rusak ringan. Kerusakan ini membuat sejumlah keluarga harus mengungsi. Sebagai langkah tanggap darurat, BNPB mengirimkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi sejak Senin dini hari.
Tim bertugas mendampingi pemerintah daerah dalam penanganan bencana sekaligus memastikan kebutuhan dasar warga dapat segera terpenuhi. Pada tahap awal, bantuan darurat berupa makanan siap saji, tenda pengungsi, tenda keluarga, hygiene kit, selimut, dan matras telah disiapkan.
Baca Juga: Gorontalo-Jayapura Termasuk, Ini 10 Wilayah RI Berpotensi Tsunami Akibat Gempa Kamchatka Rusia
“Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses penanganan serta membantu pemulihan awal bagi masyarakat Poso yang terdampak guncangan gempa,” jelas Abdul Muhari.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa ancaman gempa masih nyata di wilayah rawan seperti Sulawesi Tengah. Pemerintah pusat dan daerah kini bahu-membahu untuk memulihkan kondisi sekaligus memastikan keselamatan warga terdampak.
(HCY)