WartaJatim.CO.ID - Bali tengah menghadapi ujian berat setelah banjir besar melanda sejumlah wilayah dan menelan korban jiwa. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan hingga Kamis, 11 September 2025, sebanyak 14 orang meninggal dunia akibat bencana ini, sementara dua lainnya masih dalam pencarian.
Ketua DPR RI, Puan Maharani, menegaskan bahwa penanganan dampak banjir Bali tidak boleh dilakukan setengah hati. Ia menyebut bencana ini bukan hanya persoalan alam, melainkan juga menjadi ukuran sejauh mana negara hadir untuk melindungi rakyatnya.
“Banjir di Bali menelan korban jiwa, merusak rumah warga, melumpuhkan aktivitas perdagangan, bahkan pariwisata yang menjadi nadi ekonomi,” ujar Puan dalam keterangannya kepada media, Jumat, 12 September 2025.
Baca Juga: Banjir Bali: 2 Orang Tewas, 4 Hilang, 200 Pedagang Pasar Kumbasari Kehilangan Dagangan Terendam Air
Menurutnya, banjir ini membawa dampak luas, baik secara sosial maupun ekonomi, terutama karena Bali merupakan daerah yang bergantung pada sektor pariwisata. Oleh sebab itu, ia mendorong pemerintah pusat dan daerah segera bergerak cepat dalam pemulihan pascabencana.
Langkah teknis yang harus diutamakan, kata Puan, mencakup distribusi obat-obatan, makanan siap saji, serta perlengkapan khusus bagi anak-anak, bayi, dan lansia.
Ia juga menekankan pentingnya pendataan yang transparan. “Pendataan akurat dan transparan atas korban jiwa, kerugian material, dan jumlah pengungsi untuk memastikan bantuan tepat sasaran,” katanya.
Baca Juga: Waspada Banjir Rob! Jakarta Utara Terancam Pasang Laut Mulai 4 Juli, BPBD: Puncaknya Jam 6–12 Malam
Selain penanganan darurat, Puan menyoroti kebutuhan pemulihan infrastruktur vital yang lumpuh akibat banjir, seperti jalan utama, jembatan, drainase, hingga pasar.
“Jangan hanya memperbaiki infrastruktur yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat kecil, para pedagang pasar, petani, hingga pelaku UMKM mendapatkan dukungan finansial agar tidak semakin terpuruk,” tegasnya.
Seruan Puan ini menegaskan bahwa bencana di Bali bukan sekadar tragedi alam, melainkan juga tantangan besar bagi pemerintah dalam menunjukkan kapasitas melindungi rakyat.
Baca Juga: Mataram Dikepung Banjir! Selagalas Terendam Sampai Atap, Mobil Hanyut, Evakuasi Dimulai Malam Hari
Pemulihan yang menyeluruh diharapkan dapat mengembalikan denyut ekonomi Bali sekaligus memulihkan kehidupan warga yang terdampak.
(HCY)