nasional

Menkeu Purbaya Siapkan Langkah Cepat Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 5,5 Persen

Selasa, 14 Oktober 2025 | 14:06 WIB
Menkeu Purbaya beberkan upaya menaikkan pertumbuhan ekonomi capai target 5,5 persen. (Instagram/menkeuri) (Instagram/menkeuri)

wartajatim.co.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menunjukkan keseriusannya menjaga laju pertumbuhan ekonomi nasional agar tetap di jalur 5,5 persen pada kuartal IV tahun ini.

Setelah mengumumkan kebijakan penyuntikan dana Rp200 triliun ke lima bank Himbara, Purbaya kini melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah lembaga keuangan untuk memastikan penyaluran dana berjalan optimal.

Kelima bank yang menerima suntikan dana pemerintah itu adalah Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, dan BSI. Dana tersebut merupakan dana negara yang selama ini mengendap di Bank Indonesia dan kini dialihkan untuk memperkuat pembiayaan kredit produktif.

“Saya ke bank bukan iseng, saya pengin lihat mereka mulai nyalurin apa enggak. Kalau enggak bisa, di mana enggak bisanya,” ujar Purbaya saat ditemui di Kantor Kemenkeu, Selasa (7/10/2025).

Baca Juga: Menkeu Purbaya Tegas Soal Tuntutan 17 Plus 8: Suara Kecil, Solusinya Pertumbuhan Ekonomi 6-7 Persen

Ia menegaskan bahwa pengawasan langsung ini penting agar likuiditas yang disuntikkan benar-benar berdampak pada sektor riil.

Selain mengawasi bank, Purbaya juga memfokuskan perhatian pada sektor perpajakan, terutama pajak rokok. Ia memastikan tidak akan ada kenaikan tarif cukai rokok pada 2026, namun akan memperkuat upaya pemberantasan rokok ilegal yang merugikan negara.

Tak berhenti di situ, Purbaya turut memantau proses perbaikan sistem Coretax, sistem perpajakan digital yang dikembangkan sejak era Menteri Keuangan sebelumnya, Sri Mulyani.

“Coretax mungkin satu bulan selesai. Saya kirim orang ahli, bukan dari luar negeri. Orangnya jago, dia bilang bisa sebulan ini, 2 minggu lagi,” ungkapnya optimistis.

Baca Juga: Gebrakan Baru Menkeu Purbaya: Janji Lunasi Rp55 Triliun, Tegur BUMN, dan Sidak Bank Pelat Merah

Sementara itu, sektor Bea Cukai juga menjadi target sidak berikutnya. Purbaya ingin memastikan tidak ada lagi distorsi pasar akibat lemahnya pengawasan. “Saya akan random, kita lihat. Paling penting distorsi ke pasar hilang, jadi barang-barang itu nggak ada lagi,” tegasnya.

Langkah lain yang tak kalah penting adalah mendorong industri tekstil dan busana lokal agar lebih kompetitif menghadapi dominasi produk impor. Ia menyebut sektor ini memiliki potensi besar untuk menyerap tenaga kerja sekaligus menggerakkan ekonomi nasional.

“Kalau persaingan normal mungkin saya nggak bisa apa-apa, tapi yang ilegal-ilegal itu saya akan beresin supaya industri lokal maju,” ujar mantan Ketua LPS tersebut.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,12 Persen, Istana Tanggapi Kritik: Data Dikeluarkan Apa Adanya

Halaman:

Tags

Terkini