nasional

Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Menkeu Purbaya Ungkap Ekonomi Tumbuh dan PPN 2026 Berpotensi Turun

Senin, 20 Oktober 2025 | 14:42 WIB
Menkeu Purbaya ungkap kondisi perekonomian Indonesia dalam setahun Prabowo-Gibran. (Instagram/menkeuri)

wartajatim.CO.ID — Memasuki satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan kondisi ekonomi Indonesia yang menunjukkan tren perbaikan. Ia optimistis, pertumbuhan ekonomi nasional dapat mencapai 5,67 persen atau lebih pada kuartal IV tahun ini.

Optimisme itu disampaikan Purbaya dalam konferensi pers APBNKita di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, pada Selasa (14/10/2025). Ia menilai pemulihan konsumsi masyarakat sejak September menjadi sinyal positif bagi ekonomi nasional.

“Pada perbaikan, tadi kan kita lihat sudah ada perbaikan konsumsi masyarakat di September sedikit. Kan kita mulai inject ke sistem, uangnya September,” ujar Menkeu Purbaya.

Baca Juga: Fakta Baru Anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG): 29% Terserap, Rp70 Triliun Dikembalikan, Menkeu Purbaya Buka Suara

Proyeksi Ekonomi 2025: Arah Pertumbuhan Positif

Purbaya menjelaskan, Desember 2025 akan menjadi bulan keempat pelaksanaan kebijakan ekonomi baru yang mulai berjalan sejak September. Berdasarkan hitungan internal pemerintah, pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2025 bisa melampaui perkiraan World Bank.

“World Bank bilang kita di bawah 5 persen pertumbuhannya tahun ini. Hitungan dia 5,5 persen tanpa stimulus tambahan. Tapi nanti kalau stimulus tambahan yang akan diumumkan nanti, bisa 5,67 persen atau lebih sedikit,” katanya.

Menurutnya, bila tren perbaikan ini konsisten, maka momentum ekonomi dapat terus dijaga hingga 2026.

“Jadi, kita sudah bergerak ke arah yang lebih bagus dibanding sebelumnya,” tegasnya.

Baca Juga: DPR Sentil Menkeu Purbaya: Fokus ke Ekonomi, Kurangi Komentar soal Kementerian Lain

Rencana Penurunan Tarif PPN 2026 Masih Dikaji

Selain soal pertumbuhan ekonomi, Purbaya juga menyinggung kemungkinan penurunan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada tahun 2026. Meski demikian, ia belum bisa memastikan keputusan final terkait hal itu.

“Kita akan lihat seperti apa akhir tahun ekonominya seperti apa. Uang saya yang saya dapat itu seperti apa sampai akhir tahun. Saya sekarang belum terlalu clear,” ujarnya.

Penurunan tarif PPN dinilai dapat mendorong daya beli masyarakat, sebab harga barang bisa menjadi lebih terjangkau. Namun, Purbaya menegaskan kebijakan fiskal seperti ini perlu kehati-hatian agar tidak menimbulkan tekanan terhadap pendapatan negara.

Halaman:

Tags

Terkini