BUMN Sebagai Motor Ekonomi Baru
Prabowo menyebut reformasi BUMN akan menjadi bagian penting dari upaya pemerintah untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional. Ia menilai masih banyak perusahaan pelat merah yang belum memberikan kontribusi optimal bagi negara karena lemahnya manajemen dan kurangnya orientasi bisnis modern.
Oleh karena itu, restrukturisasi diharapkan menciptakan BUMN yang lebih lincah, kompetitif, dan berorientasi pada hasil nyata.
“BUMN harus menjadi mesin ekonomi yang efisien, bukan hanya institusi administratif,” ujar Prabowo.
Baca Juga: Mensesneg Buka Suara soal Dony Oskaria dan Rencana Peleburan Kementerian BUMN ke Danantara
Pemimpin Politik Harus Melek Ekonomi
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyinggung pentingnya literasi ekonomi di kalangan pemimpin politik. Menurutnya, masih banyak pejabat publik yang jauh dari pemahaman bisnis dan data ekonomi faktual.
“Kadang-kadang ada semacam keterputusan antara pelaku ekonomi dan pelaku politik. Banyak pemimpin politik mungkin takut dengan angka atau takut dengan bisnis,” katanya.
Ia pun mendorong generasi muda yang tertarik pada dunia politik untuk memperkuat pengetahuan di bidang ekonomi agar mampu membuat kebijakan yang realistis dan berpihak pada kemajuan bangsa.
Baca Juga: Awasi Program Andalan Presiden Prabowo, KPK Siapkan Rekomendasi Transparansi dan Pengawasan MBG
Dengan arah baru ini, BUMN di era Prabowo diproyeksikan menjadi institusi yang lebih ramping, profesional, dan terbuka terhadap kolaborasi global. Visi tersebut diharapkan mampu membawa Indonesia menuju efisiensi nasional dan daya saing internasional yang lebih kuat.
(DP)