nasional

200 Pedagang di Denpasar Rugi Besar Akibat Banjir, Gubernur Koster Siapkan Dana Ganti Rugi dari APBD

Rabu, 22 Oktober 2025 | 14:16 WIB
Gubernur Bali, I Wayan Koster angkat bicara terkait kerugian yang dialami para pedagang imbas bencana banjir di Kota Denpasar. (Dok. DPD PDIP Provinsi Bali) (Dok. DPD PDIP Provinsi Bali)

wartajatim.co.id - Ratusan pedagang Pasar Badung di Kota Denpasar mengalami kerugian besar akibat banjir yang melanda wilayah tersebut pada Rabu (10/9/2025). Barang dagangan mereka hanyut terbawa arus, bahkan sebagian rusak parah sehingga tidak dapat dijual kembali.

Menanggapi hal ini, Gubernur Bali I Wayan Koster memastikan pemerintah daerah akan memberikan ganti rugi kepada pedagang dan pemilik bangunan yang terdampak.

Dana tersebut akan dialokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Bali serta Kota Denpasar.

“Di sini pedagang pasar ada sekitar 200, jadi karena barangnya hanyut dan rusak maka akan diganti rugi,” ujar Koster usai meninjau lokasi banjir.

Baca Juga: Banjir Denpasar 2025: 200 Pedagang Pasar Badung Rugi, 2 Toko Runtuh, dan Pemerintah Siapkan Ganti Rugi

Ia menambahkan, pihaknya telah meminta Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara untuk melakukan pendataan lengkap terhadap seluruh kerugian, termasuk bangunan yang rusak di sepanjang aliran Tukad Badung.

“Berapa besarnya, saya minta Pak Wali Kota menghitung semua. Kemudian ada bangunan yang roboh dan rusak, itu akan direhabilitasi,” jelasnya.

Selain merendam kawasan Pasar Badung, banjir juga merobohkan dua toko kain di pesisir Tukad Badung. Arus air yang sangat deras menyebabkan fondasi bangunan tidak mampu menahan tekanan, sehingga mengakibatkan kerusakan cukup parah di area sekitarnya.

Koster menjelaskan, bencana tersebut terjadi akibat curah hujan ekstrem yang turun sepanjang hari.

Baca Juga: Gubernur Koster Pastikan Bali Aman Pascabanjir, Menparekraf Tegaskan Pariwisata Normal Tanpa Travel Warning

Debit air di Tukad Badung meningkat signifikan karena sungai tersebut memiliki aliran panjang dari hulu hingga hilir.“Ini kan hulunya jauh, panjang Tukad Badung. Lalu curah hujan memang sangat tinggi sejak kemarin. Tentu saja ini menimbulkan masalah banjir,” ujarnya.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Bali, ada 43 titik banjir di wilayah Denpasar, dengan dua lokasi terparah di Pasar Badung dan sepanjang Tukad Badung hingga Jalan Pura Demak.

Koster memastikan, pemerintah daerah kini fokus pada pemulihan kondisi masyarakat dan mempercepat normalisasi agar aktivitas ekonomi warga segera pulih.

“Kita harus bekerja cepat agar kondisi lebih kondusif dan masyarakat dapat beraktivitas kembali,” tegasnya.

Halaman:

Tags

Terkini