• Sabtu, 18 April 2026

Presiden Prabowo Tiba di Bali Usai Lawatan Qatar & Abu Dhabi, Tinjau Penanganan Banjir Terparah 70 Tahun

Photo Author
Novia Rizky Amelia, Wartajatim.co.id
- Senin, 15 September 2025 | 14:09 WIB
Presiden Prabowo mengunjungi korban banjir Bali pada Sabtu, 13 September 2025.  (Instagram/sekretariat.kabinet)
Presiden Prabowo mengunjungi korban banjir Bali pada Sabtu, 13 September 2025. (Instagram/sekretariat.kabinet)

WartaJatim.CO.ID - Presiden Prabowo Subianto langsung terbang ke Bali setelah merampungkan kunjungan singkatnya ke Qatar dan Abu Dhabi. Kehadirannya pada Sabtu, 13 September 2025, bertujuan untuk meninjau langsung penanganan korban banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Dewata.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menuturkan, Prabowo sebelumnya sudah memberikan instruksi kepada pihak-pihak berwenang agar bantuan segera disalurkan meski dirinya masih berada di luar negeri.

“Seusai melakukan lawatan sehari di Qatar dan Persatuan Emirat Arab, Presiden Prabowo Subianto memutuskan langsung menuju ke Bali, untuk mengecek langsung penanganan korban bencana banjir,” ujar Teddy.

 Baca Juga: Gubernur Koster Pastikan Bali Aman Pascabanjir, Menparekraf Tegaskan Pariwisata Normal Tanpa Travel Warning

Banjir kali ini disebut sebagai yang terparah dalam 70 tahun terakhir. Badan Meteorologi melaporkan, bencana tersebut dipicu oleh fenomena alam gelombang ekuator Rossby dan Kelvin yang memunculkan awan hujan masif.

Akibatnya, Bali diguyur hujan lebat hingga 385 milimeter dalam kurun 24 jam pada 9–10 September 2025.

Teddy menambahkan bahwa pemerintah telah bergerak cepat dengan mengerahkan berbagai instansi, termasuk BNPB, Kementerian PUPR, Kementerian Sosial, serta dinas terkait di daerah.

 Baca Juga: Wapres Gibran Tinjau Pengungsian Banjir Bali: Rumah Dibantu, Sekolah dan Fasilitas Umum Dijanjikan Dibangun Ulang

“Pemerintah terus bergerak cepat dalam penanganan bencana banjir yang melanda beberapa wilayah di Bali,” ungkapnya.

“Dalam kesempatan ini, Presiden pun kembali memastikan apa yang telah diinstruksikan kepada jajaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Sosial, dan instansi terkait lainnya, telah berjalan tepat dan cepat,” tandas Teddy.

Hingga Jumat, 12 September 2025, data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali mencatat 17 orang meninggal dunia akibat banjir, sementara 5 orang lainnya masih dalam pencarian tim gabungan.

 Baca Juga: Puan Maharani Soroti Banjir Bali: Dampak Sosial-Ekonomi Berat, Negara Harus Hadir!

Pemerintah Provinsi Bali menetapkan status tanggap darurat hingga 17 September 2025 mendatang. Kunjungan Presiden Prabowo menjadi simbol kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dan memastikan proses penanganan bencana berlangsung optimal.

Kehadiran langsung kepala negara diharapkan mampu memberi semangat bagi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri dari bencana alam terbesar yang menimpa Bali dalam beberapa dekade terakhir.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: promedia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X