wartajatim.co.id - Banjir besar yang melanda Bali pada September 2025 lalu menyisakan duka dan kerugian mendalam. Tak hanya kendaraan yang terendam dan rumah warga rusak, aktivitas ekonomi masyarakat pun lumpuh. Beberapa korban bahkan harus kehilangan nyawa.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa bencana alam bisa datang tanpa tanda, dan perlindungan finansial bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.
Sebagai holding BUMN di bidang asuransi, penjaminan, dan investasi, Indonesia Financial Group (IFG) bersama anak perusahaannya — Jasindo, Askrindo, IFG Life, dan Jasa Raharja Putera (JRP) — menawarkan berbagai solusi perlindungan untuk membantu masyarakat menghadapi risiko bencana.
Baca Juga: Banjir Bali Telan 14 Korban Jiwa, Puan Maharani Sebut Ujian Kapasitas Negara Lindungi Rakyat
Salah satu produk yang relevan adalah Asuransi Kendaraan Bermotor Jasindo dengan Perluasan Jaminan Banjir, yang menanggung kerusakan mobil atau motor akibat terendam air.
Jasindo juga menyediakan Asuransi Properti dengan jaminan banjir, melindungi rumah maupun tempat usaha dari kerugian fisik dan material.
Tak hanya berhenti di situ, anak usaha IFG lainnya, IFG Life, juga menyediakan asuransi jiwa yang memberikan santunan kepada keluarga korban bencana.
Perlindungan jiwa ini menjadi lapisan penting agar keluarga yang ditinggalkan tetap mendapat dukungan finansial dan bisa melanjutkan hidup dengan lebih tenang.
Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S. Adji, menegaskan bahwa meningkatnya intensitas bencana hidrometeorologi seperti banjir membuat peran asuransi semakin vital dalam kehidupan masyarakat modern.
“Banjir Bali menjadi pengingat bahwa risiko bencana tidak dapat dihindari, tetapi kerugian dapat dikelola. Asuransi adalah financial shock absorber yang membantu masyarakat menjaga keberlangsungan hidup dan usaha,” ujar Denny.
Selain itu, IFG melalui Jamkrindo dan Askrindo juga memperkuat ketahanan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lewat skema penjaminan usaha. Langkah ini memastikan roda ekonomi tetap berputar meski di tengah bencana.
Melalui inisiatif tersebut, IFG mengajak masyarakat Indonesia untuk menanamkan kesadaran bahwa asuransi bukan sekadar pengeluaran, melainkan investasi atas rasa aman dan keberlanjutan hidup di masa depan.