nasional

Ratusan Siswa SMAN 1 Yogyakarta Alami Diare Massal, BGN Turun Periksa Keamanan Pangan Program MBG

Rabu, 22 Oktober 2025 | 13:22 WIB
BGN menghentikan sementara distribusi MBG dari SPPG ke SMAN 1 Yogyakarta terkait dugaan kasus keamanan makanan. (Instagram/badangizinasional.ri)

wartajatim.co.id - Persoalan keamanan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali jadi sorotan publik setelah ratusan siswa SMAN 1 Yogyakarta dilaporkan mengalami gejala sakit perut secara massal pada Kamis dini hari, 16 Oktober 2025.

Mengetahui hal itu, Badan Gizi Nasional (BGN) langsung bertindak cepat melakukan penelusuran terhadap dugaan insiden keamanan pangan di lingkungan sekolah.

Kepala Sekolah SMAN 1 Yogyakarta, Ngadiya, menjelaskan bahwa laporan pertama diterima pada Kamis pagi. Pihak sekolah segera melakukan pendataan melalui kuesioner internal untuk memetakan kondisi seluruh siswa.

Baca Juga: Prabowo Puji Kepala BGN Kembalikan Rp70 Triliun: Sejarah Baru Pejabat Jujur di Pemerintahan Indonesia!

Dari hasil pendataan itu, 426 dari 972 siswa melaporkan mengalami gejala diare pada waktu berdekatan, sekitar pukul 01.00 hingga 03.00 dini hari. Meski demikian, proses belajar mengajar tetap berlangsung normal, dan tidak ada siswa yang perlu dirujuk ke fasilitas kesehatan.

“Proses kegiatan belajar berjalan normal. Tidak ada siswa yang dipulangkan lebih awal,” ujar Ngadiya dalam keterangan tertulis.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan dari BGN, Dinas Kesehatan Provinsi DIY, dan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta segera turun ke lapangan untuk menginvestigasi penyebab dugaan masalah keamanan pangan tersebut. Tim juga mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium.

Baca Juga: Kepala BGN Beberkan Proyeksi Penyerapan MBG Rp33 Triliun, Menkeu Purbaya Angkat Bicara!

Kepala Kantor Pemenuhan Gizi (KPPG) Sleman, Harsono, menyampaikan bahwa masyarakat diminta tetap tenang sembari menunggu hasil resmi pemeriksaan.

“Kami menelusuri secara cermat sumber penyebabnya. Masyarakat kami imbau tetap tenang,” kata Harsono.

Sementara itu, Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menegaskan bahwa keamanan pangan adalah prioritas utama dalam layanan gizi masyarakat.

“Keamanan pangan bukan hanya soal higienitas, tetapi juga soal kepercayaan publik terhadap sistem gizi nasional. Setiap temuan sekecil apa pun akan kami tindaklanjuti dengan serius,” jelas Khairul.

Baca Juga: Fakta Baru Anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG): 29% Terserap, Rp70 Triliun Dikembalikan, Menkeu Purbaya Buka Suara

Sebagai langkah tanggap cepat, BGN menginstruksikan penghentian sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani sekolah tersebut.

Halaman:

Tags

Terkini