• Sabtu, 18 April 2026

Pemkot dan PKK Surabaya Serukan Tolak Perkawinan Anak dan Kekerasan di CFD Taman Bungkul

Photo Author
Novia Rizky Amelia, Wartajatim.co.id
- Senin, 28 Juli 2025 | 12:01 WIB
Para kader PKK dan lintas komunitas membentangkan poster kampanye penolakan perkawinan anak saat CFD di Taman Bungkul, Surabaya.  (Dok. Surabaya.go.id)
Para kader PKK dan lintas komunitas membentangkan poster kampanye penolakan perkawinan anak saat CFD di Taman Bungkul, Surabaya. (Dok. Surabaya.go.id)

wartajatim.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Tim Penggerak PKK menggelar kampanye stop perkawinan anak dan kekerasan terhadap anak di momen Car Free Day (CFD) Jalan Darmo, Taman Bungkul, Surabaya, Minggu (27/7/2025).

Kampanye ini melibatkan puluhan kader PKK dan organisasi kepemudaan lintas komunitas seperti Forum Anak Surabaya (FAS), Duta GenRe, dan Karang Taruna.

Para peserta berjalan kaki dari Halte Jalan Darmo menuju Taman Bungkul sambil membawa poster berisi pesan penolakan terhadap perkawinan anak dan kekerasan. Yel-yel kampanye juga dikumandangkan sepanjang jalan sebagai bentuk ajakan aktif perlindungan anak.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Surabaya, Ida Widyawati, menyatakan kegiatan ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara pemkot dan PKK untuk mencegah praktik pernikahan anak.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Siapkan Integrasi Trans Jatim, Angkot, dan SRRL untuk Permudah Mobilitas

Ia menegaskan, para kader PKK di tingkat RT dan RW menjadi garda terdepan dalam menyampaikan pesan perlindungan anak kepada masyarakat.

“Kan kita tidak bisa bekerja sendiri, garda terdepan yang paling dekat dengan masyarakat adalah ibu-ibu PKK,” tegas Ida.

Meskipun angka perkawinan anak di Surabaya cenderung menurun, lanjut Ida, pencegahan tetap menjadi prioritas karena banyak kasus terjadi di lingkungan terdekat anak.

Ia juga menekankan pentingnya pelibatan anak-anak dalam kampanye, seperti FAS dan Duta GenRe, agar pesan yang disampaikan lebih mengena di kalangan sebaya. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2025 di Kota Surabaya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Bagikan Perlengkapan Sekolah dan Beasiswa untuk 6.144 Siswa SMA/SMK dan MA pada Juli 2025

Lebih lanjut, Ida mengungkapkan bahwa Pemkot telah menjalin kerja sama dengan Pengadilan Agama Surabaya melalui MoU guna mencegah angka pernikahan dini. Upaya ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan di luar momen HAN.

Ketua Pokja I TP PKK Kota Surabaya, Rosa Sovana, juga mengajak seluruh kader PKK untuk lebih aktif menyuarakan penghentian kekerasan terhadap anak dan perempuan, serta menekan angka pernikahan anak.

“Jadi supaya hak-hak anak itu bisa diperoleh, karena Surabaya adalah merupakan Kota Layak Anak. Terima kasih, mudah-mudahan acara ini dapat bermanfaat,” ujar Rosa.

(NR)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: Surabaya.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X