• Sabtu, 18 April 2026

Diserang Buzzer dan Kampanye Hitam, Produk Deodoran Denmark Ini Mundur dari Pasar Indonesia

Photo Author
Novia Rizky Amelia, Wartajatim.co.id
- Jumat, 8 Agustus 2025 | 11:28 WIB
Foto Ilustrasi - Sebuah produk deodoran asal Denmark resmi angkat kaki dari pasar Indonesia. (Freepik.com)  (Freepik.com)
Foto Ilustrasi - Sebuah produk deodoran asal Denmark resmi angkat kaki dari pasar Indonesia. (Freepik.com) (Freepik.com)

wartajatim.co.id - Salah satu merek deodoran asal Denmark yang cukup dikenal di Indonesia resmi menghentikan seluruh kegiatan operasionalnya di tanah air. Langkah ini diumumkan melalui unggahan di platform media sosial X @perspirex_id pada Senin, 4 Agustus 2025.

Dalam pernyataan resminya, pihak brand menyampaikan bahwa kehadiran mereka di Indonesia sejak awal ditujukan untuk memberikan solusi antiperspirant yang terbukti ampuh, sekaligus meningkatkan kepercayaan diri para penggunanya.

“Banyak orang merasa lebih percaya diri lewat solusi antiperspirant yang terbukti,” tulis mereka.

Namun, di balik upaya tersebut, merek ini mengaku menghadapi tekanan besar dari persaingan yang tidak sehat. 

Baca Juga: Dulu Penjual Jemblem, Kini Ekspor hingga ke Denmark: Kisah Muhammad Taufiq, owner Defix Garment

Mereka menyebut adanya praktik overclaim dari sejumlah kompetitor, serta penggunaan buzzer untuk melakukan kampanye hitam yang secara langsung merusak reputasi mereka.

“Banyak brand mulai overclaim, beberapa menjatuhkan lewat black campaign. Buzzer digunakan untuk merusak reputasi,” beber pihak perusahaan.

Meski telah berjuang keras mempertahankan eksistensinya di pasar Indonesia, tekanan demi tekanan membuat mereka merasa tak lagi memiliki ruang untuk berkembang. Akhirnya, keputusan pahit pun diambil.

“Kami tidak bisa lagi melanjutkan perjalanan ini,” tulis pernyataan yang menjadi penutup kehadiran mereka di Indonesia. Pengumuman ini pun memicu berbagai reaksi dari warganet.

Baca Juga: Peran Healthy Drink dalam Mengimbangi Tren Produk Kecantikan

Banyak yang menyayangkan keputusan tersebut, mengingat produk ini telah memiliki pengguna setia di Indonesia.

Sejumlah pengguna juga menyoroti iklim persaingan industri yang semakin tidak sehat dan cenderung saling menjatuhkan.

Mundurnya merek global ini turut membuka diskusi soal bagaimana perlunya regulasi dan etika dalam bersaing di dunia bisnis, khususnya di sektor kecantikan dan perawatan pribadi yang kini semakin kompetitif.

(FN)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: promedia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X