• Sabtu, 18 April 2026

Israel–Lebanon Sepakat Gencatan Senjata 10 Hari, Trump Jadi Mediator

Photo Author
Novia Rizky Amelia, Wartajatim.co.id
- Jumat, 17 April 2026 | 10:00 WIB
Ilustrasi: Bangunan terkena rudal Dok: Pexels (Dok: Pexels)
Ilustrasi: Bangunan terkena rudal Dok: Pexels (Dok: Pexels)

WartaJatim.co.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Israel dan Lebanon telah menyepakati gencatan senjata selama 10 hari yang mulai berlaku pada Kamis (16/4/2026) pukul 17.00 waktu setempat.

Kesepakatan ini dicapai melalui mediasi Washington di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara Israel dan Hizbullah yang didukung Iran.

Gedung Putih menyebut Trump berperan aktif dalam proses tersebut melalui komunikasi langsung dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, termasuk beberapa kali pembicaraan telepon tingkat tinggi.

Trump menyatakan bahwa kesepakatan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju perdamaian jangka panjang di kawasan.

Baca Juga: Viral Modus Minta Uang di Cikarang, Warga Resah Pintu Rumah Diketuk Paksa

Ia juga membuka kemungkinan pertemuan lanjutan dengan para pemimpin terkait di Gedung Putih dalam waktu dekat sebagai bagian dari upaya diplomasi lanjutan untuk meredakan konflik.

Dari pihak Israel, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyetujui gencatan senjata tersebut, namun menegaskan bahwa Israel tetap akan mempertahankan kehadiran militernya di wilayah Lebanon selatan.

Pasukan Israel disebut akan tetap berada di zona keamanan sekitar 10 kilometer guna mencegah infiltrasi dan serangan rudal dari Hizbullah.

Netanyahu menyebut kebijakan itu sebagai bagian dari strategi keamanan yang lebih kuat dan berkelanjutan dibanding sebelumnya.

Baca Juga: Kasus Dugaan Perundungan di SMAN 2 Bekasi Viral, Orang Tua Siswa Ungkap Tekanan dan Permintaan Rp200 Juta

Netanyahu juga menegaskan bahwa gencatan senjata ini hanya bersifat sementara dan menjadi ruang untuk membuka negosiasi lebih lanjut dengan Lebanon.

Ia mengungkapkan bahwa Trump telah mengundang dirinya dan Presiden Lebanon Joseph Aoun untuk melakukan pertemuan di Washington, D.C., guna membahas peluang kesepakatan damai yang lebih komprehensif.

Dalam proses negosiasi tersebut, Netanyahu menekankan dua tuntutan utama Israel, yaitu pelucutan senjata Hizbullah dan tercapainya kesepakatan damai jangka panjang.

Baca Juga: Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Ditangkap Kejagung atas Dugaan Suap Nikel Rp1,5 Miliar

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Diplomasi Panas AS-Iran: Tenggat Serangan Ditunda

Jumat, 27 Maret 2026 | 15:02 WIB
X