• Sabtu, 18 April 2026

Dari Dapur Rumah ke Konsep Zero Waste, UMKM Kebab Endul Tumbuh di Bekasi

Photo Author
Baharudin Gia, Wartajatim.co.id
- Minggu, 18 Januari 2026 | 15:45 WIB
UMKM Kebab Endul di Bekasi Kembangkan Konsep Zero Waste dan Usaha Berkelanjutan
UMKM Kebab Endul di Bekasi Kembangkan Konsep Zero Waste dan Usaha Berkelanjutan

WartaJatim.co.id - Pandemi menjadi titik awal lahirnya banyak usaha rumahan, salah satunya Kebab Endul, UMKM di bidang makanan olahan yang dirintis Aisyah Ratna Wulandari dari dapur rumahnya di Kota Bekasi. Usaha yang bermula dari kebutuhan menyiapkan camilan praktis untuk keluarga itu kini berkembang dengan mengusung prinsip keberlanjutan melalui penerapan konsep zero waste.

Didirikan pada 2020, Kebab Endul berfokus pada produk frozen food seperti kebab mini, kebab daging, hingga kebab bandeng tanpa duri berbasis ikan lokal. Produk tersebut dikembangkan untuk menjawab kebutuhan keluarga akan makanan praktis yang tetap bernilai gizi, khususnya bagi anak-anak dan ibu pekerja.

Seiring meningkatnya permintaan, Aisyah menghadapi tantangan baru, mulai dari keterbatasan modal, fluktuasi harga bahan baku, hingga pengelolaan limbah produksi. Dari situ, ia mulai mengolah sisa pinggiran kulit kebab yang sebelumnya berpotensi terbuang menjadi produk camilan kering bernama Keripik ChipBab. Produk ini menjadi bagian dari upaya mengurangi limbah sekaligus menambah nilai ekonomi usaha.

Perjalanan Kebab Endul tidak lepas dari proses pembelajaran. Setelah bergabung sebagai UMKM binaan Rumah BUMN Jakarta, Aisyah mulai memanfaatkan platform LinkUMKM sebagai sarana evaluasi dan pemetaan perkembangan bisnis. Melalui fitur self-assessment, ia dapat memantau skala usaha, mengenali kebutuhan sertifikasi, serta menyusun langkah pengembangan secara lebih terarah.

Model bisnis Kebab Endul kini mengandalkan pola penjualan hibrida, mulai dari outlet siap saji, suplai ke sektor HORECA, kemitraan, hingga pemasaran daring melalui marketplace dan jaringan reseller. Pendekatan ini memungkinkan usaha rumahan tersebut menjangkau pasar yang lebih luas tanpa meninggalkan skala produksi yang terkontrol.

Direktur Micro Bank Rakyat Indonesia, Akhmad Purwakajaya, menyebut pemanfaatan platform pemberdayaan UMKM dapat membantu pelaku usaha memetakan kebutuhan penguatan bisnis secara bertahap. Pendekatan tersebut dinilai penting agar UMKM dapat tumbuh berkelanjutan dan siap bersaing.

Kisah Kebab Endul menunjukkan bagaimana usaha kecil dapat berkembang dari kebutuhan sehari-hari menjadi model bisnis yang adaptif dan berorientasi lingkungan. Dari dapur rumah di Bekasi, konsep zero waste menjadi pijakan untuk bertahan dan tumbuh di tengah dinamika pasar UMKM.***

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Baharudin Gia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X