WartaJatim.co.id - Perjalanan yang seharusnya menyelamatkan nyawa justru berujung kekecewaan. Sebuah video yang viral di media sosial memperlihatkan kru ambulans menjadi korban dugaan prank order fiktif di kawasan Tanah Abang.
Dalam rekaman tersebut, tim ambulans terlihat mendatangi sebuah kantor setelah menerima laporan adanya warga yang mengalami kejang. Namun setibanya di lokasi, mereka justru tidak menemukan pasien yang dimaksud.
Kru ambulans pun langsung menghubungi pihak pemesan yang diduga merupakan debt collector. Nada kecewa tak bisa disembunyikan, terlebih mereka telah menempuh perjalanan jauh untuk merespons panggilan darurat tersebut.
“Datang ke sini jauh-jauh ternyata nggak ada korban, jangan melecehkan medis, Pak,” ucap kru ambulans.
Baca Juga: Jembatan Kewek Yogya Jadi ‘Tempat Ngopi Dadakan’, Satpol PP Turun Tangan Tertibkan
“Bapak berarti udah ngerjain tenaga medis, udah melecehkan tenaga medis,” imbuhnya.
Dari percakapan yang beredar, terungkap bahwa panggilan tersebut diduga sengaja dibuat untuk menagih utang seseorang. Ambulans digunakan sebagai “alat” untuk menekan pihak lain agar segera membayar.
Kru ambulans bahkan sempat meminta pertanggungjawaban atas waktu, tenaga, dan biaya yang sudah dikeluarkan.
“Bapak udah order ambulans ke kantor sini, pakai bensin, pakai tenaga, waktu. Ya silakan TF (transfer), saya tunggu,” ujar tim ambulans.
Baca Juga: Viral Mobil SPPG Buang Sampah di Pinggir Jalan Tasikmalaya, Ditegur Warga hingga Jadi Sorotan
Namun respons yang diterima justru bernada tidak serius. “Nanti saya TF (transfer), saya TF. Ada DANA? Ah nggak ada hehehe,” jawab pihak pemesan sambil tertawa.
Situasi ini pun memantik keprihatinan publik. Banyak warganet menilai tindakan tersebut tidak hanya merugikan tenaga medis, tetapi juga berpotensi membahayakan orang lain yang benar-benar membutuhkan layanan darurat.
“Sudah meresahkan kala order ambulans fiktif, karena nanti kalau sudah seperti ini akan berakibat sama yang benar-benar butuh,” tulis salah satu komentar.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa layanan ambulans bukan sekadar fasilitas biasa, melainkan bagian penting dari sistem kegawatdaruratan. Ketika disalahgunakan, dampaknya bisa jauh lebih besar dari sekadar kerugian materi.
Artikel Terkait
Viral Tangis Ibu di Lampung, Anaknya Diduga Tinggalkan Utang Rp19 Juta Akibat Judi Online
Viral Rombongan Pejabat Berhenti di Tikungan Sitinjau Lauik, Polisi Periksa 2 Personel Pengawal
Viral Ibu Diduga ODGJ Rusak Dagangan Cireng di Cibinong Bogor, Pedagang Rugi
Viral Curhatan Ibu di Jelambar Terganggu Tetangga Bernyanyi hingga Dini Hari, RT Disebut Tak Respons
Perjuangan Siswa SD di Parigi Moutong Viral, Kejar Waktu Seberangi Sungai Demi Pulang Sekolah
Viral Dugaan Pemalakan di Pekayon Bekasi, Pemilik Warung Dapat Ancaman saat Menolak