• Sabtu, 18 April 2026

Strategi Jokowi Temui Sri Sultan,Saat Megawati dan Presiden Prabowo Dikabarkan Akan Silaturahmi

Photo Author
Administrator, Wartajatim.co.id
- Kamis, 16 Januari 2025 | 02:30 WIB



Di tengah ramainya pembicaraan mengenai rencana pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Presiden Joko Widodo (Jokowi) lebih dulu melakukan kunjungan ke Keraton Yogyakarta untuk bertemu Sri Sultan Hamengku Buwono X. Pertemuan ini berlangsung di kediaman pribadi Sultan pada Rabu pagi, 15 Januari 2025.

Dalam pertemuan yang berlangsung selama dua jam tersebut, Jokowi mengungkapkan bahwa diskusi lebih banyak berfokus pada isu-isu geopolitik dan ekonomi global. "Kami lebih banyak membahas geopolitik dan ekonomi global," ungkap Jokowi saat ditemui di kediamannya di Sumber, Banjarsari, Solo. Pernyataan ini menunjukkan bahwa meskipun ada banyak spekulasi mengenai politik dalam negeri, Jokowi memilih untuk tidak membahasnya dalam pertemuan tersebut.

Ketika ditanya mengenai pembahasan politik dalam negeri, Jokowi menegaskan bahwa kunjungannya murni untuk silaturahmi. "Silaturahmi. Saya sudah lama tidak berjumpa dengan beliau," jelasnya. Kunjungan ini menjadi yang pertama bagi Jokowi setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden, menandakan pentingnya hubungan personal yang terjalin antara keduanya.

Jokowi tiba di Keraton sekitar pukul 08.51 WIB dengan kendaraan minivan premium berwarna hitam. Setibanya, ia disambut oleh putri kedua Sultan, GKR Condrokirono, sementara wartawan tidak diizinkan masuk ke dalam. Hal ini menunjukkan bahwa pertemuan tersebut bersifat pribadi dan tidak ingin dibahas di hadapan publik.

Kunjungan ini juga terjadi setelah Jokowi mengungkapkan bahwa ia sudah 2,5 tahun tidak bertemu Megawati. Ia menanggapi tudingan bahwa dirinya menjadi penyebab keretakan hubungan antara Megawati dan Prabowo. "Hubungan saya dengan beliau-beliau baik," tegas Jokowi, menegaskan bahwa hubungan antar tokoh politik harus tetap terjaga meskipun ada perbedaan pandangan.

Sri Sultan juga mengonfirmasi bahwa ia diminta Jokowi untuk menjadi penghubung dalam pertemuan dengan Megawati. "Saya akan menjembatani. Terserah presiden kapan," ujarnya. Pernyataan ini menegaskan peran Sultan sebagai mediator yang berpotensi membantu memperbaiki hubungan antara kedua tokoh politik tersebut.

Sementara itu, rencana pertemuan antara Prabowo dan Megawati semakin menguat, dengan Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani, mengaku telah bertemu Megawati dan menyampaikan pesan-pesannya. "Ibu Megawati menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo," kata Muzani. Pesan ini menunjukkan bahwa meskipun ada ketegangan, komunikasi tetap terjalin antara kedua pihak.

Dengan hubungan baik yang terjalin antara Prabowo dan Megawati, Muzani optimis pertemuan keduanya akan segera terwujud. "Mudah-mudahan bisa bulan ini," pungkasnya. Harapan ini mencerminkan keinginan untuk menciptakan stabilitas politik di Indonesia, terutama menjelang pemilihan umum yang akan datang.

Secara keseluruhan, pertemuan Jokowi dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X dan rencana pertemuan antara Prabowo dan Megawati menunjukkan dinamika politik yang terus berkembang di Indonesia. Dalam konteks ini, silaturahmi dan komunikasi antar tokoh politik menjadi sangat penting untuk menjaga stabilitas dan kerukunan di tengah perbedaan pandangan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X