berita

Sri Mulyani Dikabarkan Mundur, Istana Buka Suara dan Bongkar Isu Reshuffle Kabinet!

Selasa, 18 Maret 2025 | 19:11 WIB
Menkeu Sri Mulyani saat Berbuka Puasa Bersama Presiden Prabowo di Tengah Isu Mundur dari Kabinet. (instagram.com/smindrawati)

WartaJatim.CO.ID - Belakangan ini, isu pengunduran diri Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati semakin ramai diperbincangkan.

Kabar tersebut terus bergulir di media sosial dan menjadi bahan spekulasi publik.

Keengganan Sri Mulyani untuk memberikan tanggapan langsung kepada wartawan mengenai rumor ini semakin memperkuat spekulasi.

Baca Juga: Prabowo Terima Utusan Palestina: Komitmen Indonesia untuk Kebebasan Palestina Ditegaskan!

Publik pun bertanya-tanya mengenai kebenaran kabar tersebut.

Di media sosial, salah satu akun X bernama Embun Pagi turut mengomentari isu ini.

Ia mengaitkan kemungkinan pengunduran diri Sri Mulyani dengan prediksi yang pernah disampaikan oleh budayawan Emha Ainun Nadjib, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Cak Nun.

"Wah, prediksi Cak Nun benar! Enak saja, sudah bikin kekacauan di rezim Mulyono, main mundur saja, Buk? Negara asing sudah nggak ada yang percaya beri utang? Pantas rakyat yang diperas keringatnya dan dihisap darahnya. Jahat!" tulis akun tersebut dalam unggahannya yang dikutip pada Senin, 17 Maret 2025.

Baca Juga: Peresmian Stadion Kanjuruhan oleh Bupati Malang dan Presiden Prabowo: Momen Bersejarah untuk Sepak Bola di Kabupaten Malang

Unggahan tersebut juga menyertakan potongan video ceramah Cak Nun yang membahas kondisi perekonomian Indonesia.

Dalam video itu, Cak Nun menyebut bahwa seorang Menteri Keuangan akan mundur karena masalah utang negara yang semakin sulit dikendalikan.

"Utang banyak, nggak bisa bayar, yang ngurus keuangan bakal mundur," ungkapnya dalam video tersebut.

Baca Juga: Prabowo Disambut Hangat oleh Anak-anak Pesepak Bola: Peresmian Stadion yang Menggembirakan!

Ia juga menyoroti kondisi ekonomi global yang semakin terpuruk, membuat negara-negara pemberi pinjaman mengalami kesulitan, sehingga Indonesia pun semakin sulit mendapatkan pinjaman baru.

Halaman:

Tags

Terkini