WartaJatim.CO.ID - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah Indonesia kini menjadi sorotan dunia. Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa dirinya menerima banyak surat dari pimpinan negara lain yang ingin mempelajari sistem pelaksanaan program tersebut. Hal ini ia sampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Jumat, 21 Maret 2025.
“Boleh sekarang mulai bangga, Makan Bergizi Gratis sudah menjangkau 38 provinsi dan sekarang sudah 2 juta penerima manfaatnya,” kata Prabowo dalam sidang tersebut. “Ini sebuah prestasi yang luar biasa.”
MBG merupakan salah satu program prioritas Kabinet Merah Putih yang dilaksanakan di bawah naungan Badan Gizi Nasional (BGN). Pada tahun 2025, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp71 triliun untuk menjalankan program ini. Namun, untuk mempercepat pemerataan manfaatnya, BGN mengusulkan tambahan anggaran Rp100 triliun, sehingga total dana yang dibutuhkan mencapai Rp171 triliun.
Dengan penambahan tersebut, target penerima manfaat dapat meningkat signifikan, dari 15 juta orang menjadi 82,9 juta orang. Jika percepatan ini disetujui, program dapat mulai menjangkau lebih banyak masyarakat pada September mendatang.
Keberhasilan MBG dalam waktu singkat mengundang perhatian internasional. Prabowo mengungkapkan bahwa banyak pemimpin negara lain yang tertarik untuk mempelajari implementasi program ini di Indonesia.
“Saya terima surat-surat dari pimpinan-pimpinan dunia,” ujar Prabowo. “Mereka bahkan belajar dari kita. Banyak kunjungan pimpinan negara lain, mereka bilang salah satu yang mereka ingin pelajari dari kita adalah makan bergizi. Padahal kita baru mulai.”
Lebih lanjut, Prabowo menyebut bahwa banyak negara mengakui keseriusan Indonesia dalam mengatasi permasalahan gizi dan kesehatan masyarakat. “Mereka menganggap kita salah satu yang paling serius dan paling besar usaha kita menangani ini,” tambahnya.
Sejak diluncurkan pada 6 Januari 2025, MBG telah memberikan manfaat bagi masyarakat di berbagai daerah. Program ini tidak hanya bertujuan untuk memastikan masyarakat mendapatkan makanan bergizi, tetapi juga membantu mengurangi angka stunting dan malnutrisi.