Menurut Surya, kejadian tersebut bukan kali pertama terjadi.
Ia bahkan bercanda bahwa sang ayah sudah lebih dari sepuluh kali lupa melepas kunci dari pintu karena jam syuting yang tidak menentu.
“Ini malah udah lebih dari 10 kali terkunci karena lupa kunci pintu dilepas, habis jam syutingnya ga jelas, makanya kadang malam pulang malah dadakan pagi pulang juga,” ungkap Surya mengenang.
Tak hanya mengenang kelucuan, Surya juga menyampaikan kekaguman yang mendalam terhadap dedikasi sang ayah dalam dunia seni, meskipun dalam kondisi tubuh yang kurang sehat.
“Perhatikan jamnya, beliau memang pekerja keras bahkan lagi sakit tetap kerja,” ujar Surya, memuji semangat pantang menyerah ayahnya.
Salah satu bukti kerja keras mendiang Ray adalah perannya dalam film terakhirnya yang rilis tahun 2024 berjudul Lokananta, di mana ia berperan sebagai Abi.
“Karya terakhir beliau 2024 judulnya film Lokananta sebagai Abi,” tambah Surya dalam unggahannya.
Tak lupa, ia juga menyisipkan canda kecil penuh harapan agar apartemennya di masa lalu memiliki lonceng pintu yang cukup nyaring untuk membangunkannya.
“Seandainya apartemenku ada door bell yang bisa goyangkan kasur, bakal kebangun,” candanya, mengenang ayahnya dengan senyuman.
Kepergian Ray Sahetapy tentu meninggalkan dampak emosional mendalam tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga para penggemar dan pelaku industri film Indonesia.
Sosoknya dikenal sebagai aktor berdedikasi tinggi yang tak pernah lelah berkarya meski usia dan kondisi kesehatan menurun.