wartajatim.CO.ID – Timnas Indonesia akan menjajal kekuatan Lebanon dalam laga uji coba internasional di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin, 8 September 2025 pukul 20.30 WIB.
Pertandingan ini menjadi pertemuan pertama kedua tim di level senior dan menjadi ujian penting bagi Garuda jelang lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026. Menariknya, jelang laga ini, media ternama Lebanon, Al-Akhbar, memberi sorotan khusus pada skuad asuhan Patrick Kluivert.
Dalam artikelnya, Al-Akhbar menyebut tim Merah Putih kini dipenuhi oleh pemain keturunan Belanda. “Lebanon melawan didikan Belanda di wilayah Indonesia,” tulis Al-Akhbar. Media tersebut menyoroti keterikatan historis Indonesia dengan Belanda yang memengaruhi perkembangan sepakbola di Tanah Air.
“Di sana, kota yang mencintai sepakbola, lahirlah ikatan kultur sepakbola dengan Belanda, yang menjajah mereka sampai merdeka pada 1945. Saat Belanda disebut, kejayaan lahir dan segalanya mungkin di lapangan hijau,” tulis media itu.
Tak hanya pemain, keberadaan pelatih kepala Patrick Kluivert juga ikut menjadi sorotan. Mantan striker Barcelona tersebut kini memimpin Timnas Indonesia bersama staf pelatih yang juga didominasi 14 orang asal Belanda.
“Oleh karena itu, Indonesia terhubung kembali dengan Belanda, dengan mantan pemain Barcelona dan Belanda Patrick Kluivert kini memimpin staf pelatih yang termasuk 14 orang Belanda,” tambah Al-Akhbar.
Langkah Indonesia merekrut pemain keturunan Belanda dinilai sebagai strategi positif untuk meningkatkan performa tim di level Asia. “
Hal paling positif adalah rekrutmen pemain berdarah Indonesia dari Liga Belanda, belum lagi grup pemain profesional yang ada di level tertinggi Eropa, spesifiknya di Liga Jerman, Italia, Prancis, Inggris, dan tempat lainnya,” sebut Al-Akhbar.
Dalam skuad yang dipanggil Kluivert, terdapat 18 pemain keturunan dari 26 nama, mayoritas lahir dan besar di Belanda. Beberapa di antaranya adalah Jay Idzes, Dean James, Justin Hubner, Calvin Verdonk, Kevin Diks, Miliano Jonathans, hingga Mauro Zijlstra.
Kehadiran mereka disebut memperkuat kualitas permainan Timnas Indonesia.
Laga kontra Lebanon ini dipandang sebagai simulasi penting sebelum Garuda menghadapi lawan berat asal Timur Tengah, seperti Arab Saudi dan Irak, pada putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
(DP)