WartaJatim.CO.ID - Adu argumen antara Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi tengah menyita perhatian publik.
Persoalan bermula dari pernyataan Purbaya yang menyoroti dugaan dana APBD Jabar disimpan dalam bentuk giro di bank.
Dalam keterangannya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis 23 Oktober 2025, Purbaya menyebut penyimpanan dana APBD di giro justru merugikan daerah karena bunganya rendah.
Ia juga menyinggung potensi pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas praktik tersebut.
Pernyataan itu segera ditanggapi oleh Dedi Mulyadi. Menurutnya, kebijakan penyimpanan dana di giro justru penting untuk menjaga fleksibilitas keuangan daerah agar dana dapat segera digunakan untuk pembangunan.
Ia menilai tidak mungkin pemerintah daerah menyimpan dana di tempat lain, karena akan jauh lebih tidak efisien.
Dedi juga menjelaskan bahwa beberapa daerah masih menggunakan deposito on call sebagai cara pengelolaan dana yang dianggap lebih menguntungkan ketimbang giro.
Perseteruan antara keduanya kemudian meluas ke ranah publik. Warganet menyoroti gaya komunikasi kedua tokoh tersebut yang sama-sama tegas, namun berbeda pendekatan.
Di tengah ramainya perdebatan, influencer sekaligus pengamat politik Helmy Yahya ikut menyoroti dinamika tersebut.
Dalam kanal YouTube miliknya, Helmy Yahya Bicara, ia menilai bahwa Purbaya dan Dedi sejatinya sedang “berdialog” meski tidak saling bertemu.
Menurut Helmy, keduanya menunjukkan kekuatan gaya komunikasi yang membentuk persepsi publik terhadap isu keuangan daerah.
Purbaya tampil dengan gaya “koboi”, lugas, dan tegas di hadapan publik. Sedangkan Dedi menonjol lewat spontanitas dan kedekatannya dengan masyarakat dalam berbagai video dan pidato yang viral.