Menurutnya, sikap tersebut mencerminkan ketahanan mental yang patut menjadi inspirasi bagi banyak orang.
"Aku sangat terharu dengan ketangguhan anak-anak ini dan orangtuanya. Itulah keteguhan yang sejati," tegasnya.
Pengalaman tersebut juga memberikan pelajaran penting bagi dirinya tentang arti kehidupan dan rasa syukur. Ia menyadari bahwa banyak hal yang sering dianggap sebagai ketidaknyamanan, justru merupakan kemewahan bagi orang lain.
"Hari-hari seperti ini mengingatkan saya: apa yang kita sebut ketidaknyamanan adalah kemewahan bagi orang lain," ungkapnya.
Baca Juga: Bertahan 12 Hari di Rooftop saat Banjir, Kisah Solidaritas Warga Aceh Tamiang Ini Bikin Haru
Ia pun mengajak masyarakat untuk menjadikan rasa syukur sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
"Rasa syukur seharusnya bukan sesuatu yang terjadi sesekali, melainkan sebuah kebiasaan yang dilakukan sehari-hari," tandasnya.
Kisah yang dibagikan Cinta Laura ini tidak hanya menggambarkan kondisi korban bencana, tetapi juga menjadi pengingat tentang pentingnya empati, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama, terutama mereka yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana alam.
(FN)