WartaJatim.co.id - Hujan deras yang datang tiba-tiba di kawasan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, pada Senin sore, 30 Maret 2026, menyisakan cerita mencekam bagi sebagian warga.
Salah satunya dibagikan melalui media sosial oleh akun @shashe_family yang merekam langsung suasana saat badai melanda lingkungan tempat tinggalnya.
Awalnya, cuaca hanya menunjukkan tanda-tanda gerimis ringan. Namun dalam hitungan menit, situasi berubah drastis. Angin kencang disertai hujan deras datang tanpa jeda, membuat suasana yang semula tenang berubah menjadi kepanikan.
“Semuanya berlangsung dengan cepat. Jam 15.00 WIB mulai gerimis dan petir, tiba-tiba hujan deras dan angin kencang sekali,” tulisnya dalam keterangan unggahan.
Dari dalam rumah, suara keras mulai terdengar. Atap-atap rumah warga beterbangan, sementara pepohonan bergoyang hebat diterpa angin. Tak hanya itu, listrik di kawasan tersebut juga sempat padam, menambah suasana mencekam.
“Mulai suara atap berterbangan, pohon-pohon yang bergoyang ke sana kemari, plus mati lampu,” lanjutnya.
Di tengah kondisi itu, ia bersama kedua anaknya memilih bertahan di dalam kamar. Rasa takut tak terhindarkan, terutama saat air mulai masuk ke dalam rumah.
“Aku dan kedua anakku ketakutan berdiam di kamar, yang besar sambil menangis ketakutan,” ungkapnya.
Air hujan bahkan menggenangi beberapa bagian rumah, termasuk dapur dan gudang. Setelah kondisi mulai mereda, barulah mereka berani keluar untuk membersihkan air yang masuk.
Pasca badai, kondisi lingkungan tampak porak-poranda. Sejumlah pohon tumbang dan atap rumah warga mengalami kerusakan. Namun di tengah situasi itu, terlihat pula semangat gotong royong warga yang saling membantu membersihkan sisa-sisa kerusakan.
Berdasarkan data dari BPBD Provinsi Jawa Barat, cuaca ekstrem ini tak hanya terjadi di Bekasi, tetapi juga berdampak pada sejumlah wilayah lain seperti Cimahi, Bandung Barat, Purwakarta, dan Kabupaten Bandung.
Baca Juga: Teror Air Keras di Tambun Selatan: Lansia Diserang Dua OTK, Aksi Terekam CCTV dan Bikin Warga Resah