WartaJatim.co.id - Perjalanan kereta yang biasanya identik dengan suasana tenang mendadak jadi perbincangan. Seorang penumpang Kereta Api Serayu membagikan pengalaman tak biasa saat menempuh rute dari Stasiun Pasar Senen menuju Bandung.
Alih-alih menikmati perjalanan dengan nyaman, ia justru harus berbagi ruang dengan rombongan yang membawa pengeras suara atau toa ke dalam gerbong.
“Baru kali ini naik KA Serayu dari Pasar Senen ke Bandung ada yang bawa toa kaya gini,” tulisnya dalam unggahan video.
Sejak awal, suasana di dalam gerbong sudah terasa berbeda. Ia mengaku menyadari ada satu rombongan besar yang tampak kompak, bahkan mengenakan atribut serupa.
Baca Juga: Viral Prank Ambulans di Tanah Abang, Kru Geram Diduga Dikerjai Debt Collector
“Dari awal masuk kereta udah curiga di gerbong ini banyak emak-emak pakai kerudung couple pink,” ungkapnya.
Kecurigaan itu terbukti ketika salah satu anggota rombongan menggunakan toa untuk memberikan instruksi kepada peserta lainnya—di dalam gerbong yang sama dengan penumpang lain.
“Iya tau kalau nggak mau berisik, jangan naik ekonomi. Cuma masa iya sampai ada yang bawa toa, mana di dalam kereta ngasih imbauan ke rombongan lagi,” terangnya.
Merasa terganggu, ia pun mengambil langkah dengan melaporkan situasi tersebut kepada kondektur.
Baca Juga: Jembatan Kewek Yogya Jadi ‘Tempat Ngopi Dadakan’, Satpol PP Turun Tangan Tertibkan
Respons pun datang, meski tidak sepenuhnya menyelesaikan masalah. “Kami bantu tegur agar tidak menggunakan pengeras suara ya Pak,” jawab kondektur.
Namun, ketenangan itu ternyata hanya berlangsung singkat. “Setelah ditegur aman, cuma 5 menit kemudian berisik lagi,” imbuhnya.
Video ini pun memicu diskusi luas di kalangan warganet. Banyak yang menyoroti pentingnya menjaga etika di transportasi umum, terutama dalam hal kebisingan yang bisa mengganggu kenyamanan bersama.
Sebagian berpendapat bahwa kebebasan satu kelompok tidak boleh mengorbankan hak penumpang lain untuk mendapatkan perjalanan yang nyaman.