berita

Andovi da Lopez Soroti Kasus FH UI, Desak Kampus Berani Ambil Sikap Tegas

Kamis, 16 April 2026 | 14:05 WIB
Menyoroti penuturan artis, Andovi da Lopez usai viral dugaan kasus pelecehan yang jerat 16 mahasiswa FH UI.

WartaJatim.co.id - Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret 16 mahasiswa di Fakultas Hukum Universitas Indonesia terus menuai sorotan. Kali ini, perhatian datang dari Andovi da Lopez yang angkat suara melalui media sosial pribadinya.

Sebagai alumni FH UI angkatan 2012, Andovi mengaku tidak bisa tinggal diam melihat kasus yang tengah ramai diperbincangkan tersebut. Terlebih, ia memiliki kedekatan emosional dengan kampus yang kini sedang disorot publik.

"Sebagai alumni FH UI angkatan 2012 dan sebagai orang yang mempunyai tunangan yang mengajar di UI," tegasnya.

Di tengah bergulirnya proses investigasi, Andovi melontarkan pertanyaan yang cukup tajam kepada pihak kampus.

Baca Juga: Kasus Dugaan Pelecehan di UBL Dilaporkan ke Polisi, Dosen Dinonaktifkan Sementara

"Apakah FH UI dan Universitas Indonesia akan berani menjatuhkan keputusan dan sanksi?" ujarnya.

Namun di balik kritik tersebut, Andovi juga menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa aktif yang bergerak cepat merespons kasus ini.

Ia menilai forum terbuka yang digelar di lingkungan kampus menjadi langkah penting dalam mendorong transparansi dan pertanggungjawaban.

"Saya mau apresiasi kepada semua mahasiswa mahasiswi FH UI lainnya yang secara sangat cepat langsung memakai (auditorium) FH untuk melakukan sebuah forum," katanya.

Baca Juga: Viral Pencopetan di TransJakarta Koridor 6A, Penumpang Kehilangan HP Saat Perjalanan ke Balai Kota

"(Hal itu) untuk menanyakan pertanggungjawaban terhadap 16 orang (terduga pelaku) itu," imbuhnya.

Bagi Andovi, kasus ini bukan sekadar persoalan internal kampus. Ia melihatnya sebagai cerminan yang lebih luas, bahkan menyangkut wajah penegakan hukum di Indonesia.

"Maksudnya apa? Kalau fakultas hukum terbaik di Indonesia tidak bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik, ini menjadi suatu representasi dan gambaran terhadap negara ini," kritiknya.

Ia juga menyinggung adanya dugaan latar belakang keluarga para terduga pelaku yang disebut memiliki posisi penting. Hal ini, menurutnya, berpotensi menimbulkan tekanan dalam proses pengambilan keputusan.

Halaman:

Tags

Terkini