berita

Cek Bansos PKH, Perbedaan PKH dan BPNT: Apa Saja Bedanya dan Siapa yang Bisa Menerimanya?

Senin, 10 Februari 2025 | 16:32 WIB
Cek Bansos PKH, Perbedaan PKH dan BPNT: Apa Saja Bedanya dan Siapa yang Bisa Menerimanya?

Bantuan sosial (bansos) dari pemerintah Indonesia merupakan salah satu cara untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup. Dua program bansos yang sering kali dibingungkan oleh banyak orang adalah Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT). Meskipun keduanya bertujuan untuk membantu masyarakat yang kurang mampu, keduanya memiliki perbedaan mendasar baik dari segi bentuk bantuan, tujuan, hingga siapa yang berhak menerimanya.

Apa Itu Program Keluarga Harapan (PKH)?


Program Keluarga Harapan (PKH) adalah bantuan sosial tunai bersyarat yang diberikan kepada keluarga miskin yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Tujuan utama dari PKH adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui akses pendidikan, kesehatan, dan inklusi keuangan. Harapan dari program ini adalah untuk menurunkan angka kemiskinan di Indonesia.
PKH memberikan bantuan dalam bentuk uang tunai yang dapat digunakan oleh keluarga penerima manfaat untuk memenuhi kebutuhan dasar. Akan tetapi, bantuan tersebut tidak diberikan begitu saja; terdapat beberapa syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi oleh keluarga penerima. Syarat utama adalah keluarga penerima harus memenuhi komponen yang telah ditetapkan dalam program PKH, yang terdiri dari:

Komponen Kesehatan


Keluarga dengan ibu hamil dan anak usia dini (0-6 tahun) berhak mendapatkan bantuan dalam kategori ini. Syaratnya adalah jumlah kehamilan maksimal dua kali dan dua anak dalam usia tersebut.

Komponen Pendidikan


Bantuan ini diberikan kepada anak-anak usia 6 hingga 21 tahun yang belum menyelesaikan wajib belajar 12 tahun. Ini mencakup jenjang pendidikan dasar hingga menengah, seperti SD/MI, SD/MTs, dan SMA/MA.

Komponen Kesejahteraan Sosial


Keluarga yang memiliki anggota lanjut usia di atas 70 tahun atau penyandang disabilitas berat (baik fisik maupun mental) dapat menerima bantuan dari komponen ini.

Dengan sasaran keluarga miskin yang terdaftar dalam DTKS, PKH berupaya untuk memberikan dorongan bagi keluarga agar anak-anak mereka tetap mengakses pendidikan dan mendapatkan layanan kesehatan yang layak.

Mengapa PKH Diperlukan?


PKH memiliki peran penting dalam mengurangi kemiskinan, karena ia tidak hanya memberikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga mendukung pengembangan kualitas hidup jangka panjang. Dengan adanya bantuan untuk pendidikan dan kesehatan, pemerintah berharap penerima PKH dapat mencapai kualitas hidup yang lebih baik, yang pada akhirnya membantu memutus rantai kemiskinan.

Apa Itu Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT)?


Di sisi lain, Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) adalah bantuan sosial yang diberikan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga kurang mampu, tanpa memberikan uang tunai. Berbeda dengan PKH, yang diberikan dalam bentuk uang tunai untuk berbagai kebutuhan, BPNT hanya bisa digunakan untuk membeli kebutuhan pangan yang telah ditentukan, seperti beras, telur, atau bahan pokok lainnya. Program ini bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran keluarga penerima, sekaligus memastikan mereka memperoleh makanan dengan gizi yang seimbang.

BPNT diberikan kepada keluarga yang termasuk dalam 25 persen terbawah dalam DTKS, yang pengajuannya dilakukan oleh pemerintah daerah. Setelah terdaftar, penerima manfaat BPNT akan mendapatkan dana dalam bentuk saldo elektronik yang hanya bisa dicairkan untuk membeli bahan pangan yang sudah ditentukan. Bantuan ini disalurkan melalui akun elektronik yang dapat digunakan untuk membeli kebutuhan pokok di agen atau warung yang telah bekerja sama dengan pemerintah.

Tujuan dan Manfaat BPNT


Tujuan utama dari BPNT adalah untuk memastikan bahwa keluarga penerima bantuan dapat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. Selain itu, dengan bantuan BPNT, diharapkan masyarakat dapat mengakses makanan yang mengandung gizi seimbang, yang sangat penting untuk mendukung kesehatan dan kesejahteraan keluarga, terutama bagi anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.

Kapan dan Di Mana Kedua Bantuan Ini Diberikan?


PKH dan BPNT diberikan secara periodik setiap tahun sesuai dengan ketentuan yang ada. Pencairan kedua jenis bantuan ini dilakukan melalui pencatatan di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan distribusi dilakukan oleh pemerintah melalui saluran yang telah ditentukan, seperti bank dan agen-agen yang telah bekerja sama. BPNT, misalnya, diterima oleh penerima manfaat dalam bentuk saldo elektronik yang dapat digunakan untuk berbelanja kebutuhan pokok di warung atau agen yang ditunjuk.

PKH vs BPNT, Mana yang Lebih Tepat untuk Keluarga Anda?


Baik PKH maupun BPNT memiliki manfaat besar dalam membantu keluarga miskin di Indonesia. PKH memberikan bantuan untuk meningkatkan kualitas hidup melalui pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial, sementara BPNT lebih fokus pada pemenuhan kebutuhan pangan sehari-hari. Kedua program ini saling melengkapi, dengan tujuan utama mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Keluarga yang terdaftar dalam DTKS dan memenuhi kriteria masing-masing berhak menerima kedua jenis bantuan ini. Namun, keputusan mengenai bantuan mana yang lebih tepat bergantung pada kondisi keluarga, apakah mereka membutuhkan dukungan dalam aspek pendidikan dan kesehatan atau lebih memerlukan bantuan untuk memenuhi kebutuhan pangan.

Berikut Link untuk Cek https://cekbansos.kemensos.go.id/

Tags

Terkini