• Sabtu, 18 April 2026

Turbulensi Global Tekan Industri Asuransi Umum, Rugi Rp10 Triliun pada 2024

Photo Author
Arvendo Mahardika, Wartajatim.co.id
- Senin, 19 Mei 2025 | 12:50 WIB
Ilustrasi laporan. Fluktuasi asuransi global akibat bencana alam berdampak langsung pada kerugian besar sektor asuransi umum Indonesia. (Foto: Unsplash/@StephenDawson)
Ilustrasi laporan. Fluktuasi asuransi global akibat bencana alam berdampak langsung pada kerugian besar sektor asuransi umum Indonesia. (Foto: Unsplash/@StephenDawson)

WartaJatim.CO.ID - Industri asuransi umum mengalami tekanan besar sepanjang tahun 2024, yang dipengaruhi oleh fluktuasi signifikan di sektor asuransi global dan regional, termasuk Asia.

Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Budi Herawan, menyampaikan bahwa tekanan dari sektor asuransi global berdampak langsung pada pasar asuransi di Asia dan turut memengaruhi kondisi di Indonesia.

“Tekanan akibat bencana alam global menyebabkan kondisi perusahaan melakukan perubahan strategi investasi karena tekanan klaim yang besar. Akibatnya ke industri serupa di Tanah Air. Premi menjadi lebih mahal, resiko menjadi lebih meningkat," kata Budi.

Baca Juga: Polres Malang Ungkap Pencurian Perangkat Audio di Pagelaran, Pelaku Berhasil Ditangkap

Ia menjelaskan bahwa situasi ini berdampak pada hasil underwriting yang melemah, serta adanya peningkatan cadangan premi dan cadangan klaim.

Imbas akhirnya adalah tergerusnya laba perusahaan asuransi umum.

Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, pada tahun 2023 industri asuransi umum masih mampu mencatat laba bersih setelah pajak sebesar Rp7,80 triliun.

Namun, pada tahun 2024, industri ini mencatatkan kerugian sebesar Rp10,14 triliun, atau turun hingga 197,8 persen.

Baca Juga: Antusiasme Warga Desa Semambung Bojonegoro Sambut Gerakan Pasar Murah dengan Harga Sembako Terjangkau

Di pasar global, bencana alam yang terjadi sepanjang 2024 mengakibatkan kerugian sebesar US$137 miliar atau setara dengan Rp2.219 triliun, yang harus ditanggung oleh perusahaan asuransi.

Menurut laporan dari perusahaan reasuransi Swiss Re, angka tersebut memperlihatkan kelanjutan dari tren pertumbuhan kerugian tahunan sebesar 5 hingga 7 persen dalam beberapa tahun terakhir.

Bila tren ini terus berlangsung, diperkirakan pada tahun 2025 total kerugian asuransi secara global dapat mencapai US$145 miliar.

Jika prediksi tersebut terbukti, maka tahun 2025 bisa menjadi salah satu periode dengan nilai kerugian tertinggi sepanjang sejarah asuransi.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem 2024 Guncang Industri Asuransi Dunia, Laba Asuransi Umum di Indonesia Anjlok

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Baharudin Gia

Sumber: WartaJatim.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

IHSG Diprediksi Sideways, Waspadai Tekanan Global

Kamis, 16 April 2026 | 10:06 WIB

Harga Emas Antam Anjlok, Buyback Tertekan Tajam

Jumat, 27 Maret 2026 | 15:02 WIB
X