• Sabtu, 18 April 2026

Oscar Darmawan Pilih Bitcoin untuk Keamanan Investasi, Waspadai Ancaman Teknologi Kuantum

Photo Author
Novia Rizky Amelia, Wartajatim.co.id
- Kamis, 14 Agustus 2025 | 12:07 WIB
Pengusaha sekaligus CEO platform jual beli aset kripto, Indodax, Oscar Darmawan. (Instagram.com/@oscardarmawan)   (Instagram.com/@oscardarmawan)
Pengusaha sekaligus CEO platform jual beli aset kripto, Indodax, Oscar Darmawan. (Instagram.com/@oscardarmawan) (Instagram.com/@oscardarmawan)

 

wartajatim.CO.ID CEO Indodax dan pengusaha aset kripto, Oscar Darmawan, membeberkan strategi investasinya yang berfokus pada Bitcoin sebagai aset utama. Menurutnya, meski Bitcoin memiliki fitur yang kalah dibandingkan beberapa koin lain, kekuatan pada sisi keamanan membuatnya menjadi pilihan terbaik untuk jangka panjang.

"Saya lebih prefer strategi untuk membeli Bitcoin," ungkap Oscar saat menjadi tamu di siniar YouTube Success Before 30 yang tayang pada 4 Agustus 2025. Ia menilai Bitcoin layak dijadikan pegangan, terutama bagi investor yang mencari stabilitas di tengah fluktuasi pasar.

Bitcoin sendiri dikenal sebagai safe haven di kalangan investor global, terutama saat situasi ekonomi dunia tidak menentu. Bagi Oscar, poin terkuat dari Bitcoin adalah pengamanannya.

Baca Juga: Bitcoin vs Emas: Oscar Darmawan Beber Biaya Fantastis di Balik Status Safe Haven Kedua Aset Ini

"Kalau secara security, pengamanan jangka panjang, Bitcoin bagus," ujarnya. Meski demikian, Oscar menyoroti tantangan teknologi masa depan, khususnya perkembangan komputer kuantum yang berpotensi mengancam keamanan blockchain.

"Kita mencari tahu, apakah quantum proof atau enggak nih nantinya? Dalam dunia IT, dalam waktu 10 tahun mungkin akan tercipta komputer kuantum," jelasnya. Ia menggambarkan komputer kuantum sebagai mesin super cepat yang mampu membongkar seluruh sistem enkripsi yang ada saat ini.

Kondisi ini memicu kekhawatiran di dunia teknologi, terutama pada sistem kriptografi blockchain yang menjadi tulang punggung aset kripto. Sebagai langkah antisipasi, para ahli kini tengah mengembangkan algoritma quantum proof.

Baca Juga: Bitcoin Bergejolak di Tengah Ketegangan AS-Iran: Harga Anjlok Lalu Rebound, Ini Analisis Terbarunya!

"Kalau algoritma sekarang belum kebal terhadap quantum, maka semua algoritma lagi dievaluasi nih," kata Oscar.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa Oscar memandang investasi kripto tidak hanya soal membeli aset, tetapi juga memahami risiko teknologi di masa depan. Baginya, memahami tantangan seperti ancaman kuantum sama pentingnya dengan memilih aset yang tepat.

(FN)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: promedia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

IHSG Diprediksi Sideways, Waspadai Tekanan Global

Kamis, 16 April 2026 | 10:06 WIB

Harga Emas Antam Anjlok, Buyback Tertekan Tajam

Jumat, 27 Maret 2026 | 15:02 WIB
X