• Sabtu, 18 April 2026

3 Prinsip Investasi Benjamin Graham yang Masih Dipakai Warren Buffett untuk Raup Cuan Besar

Photo Author
Novia Rizky Amelia, Wartajatim.co.id
- Selasa, 12 Agustus 2025 | 14:52 WIB
Tokoh dalam bidang investasi nilai (value investing) terkemuka di dunia internasional, Benjamin Graham.   (X.com/MentalidadFeroz)
Tokoh dalam bidang investasi nilai (value investing) terkemuka di dunia internasional, Benjamin Graham. (X.com/MentalidadFeroz)

wartajatim.CO.ID – Nama Benjamin Graham mungkin tidak setenar Warren Buffett di mata publik awam, namun di dunia investasi, ia dijuluki sebagai bapak value investing.

Sosok yang juga menjadi guru Buffett ini meninggalkan warisan pemikiran yang hingga kini tetap relevan, terutama bagi mereka yang ingin meraih keuntungan tanpa mengorbankan keamanan modal.

Mengutip laporan Investopedia pada Sabtu, 9 Agustus 2025, Graham merumuskan tiga prinsip investasi yang menjadi panduan lintas generasi.

Baca Juga: SMSI Kukuhkan Komitmen Supremasi Hukum Lewat Konvensi Nasional 2025, Sejumlah Tokoh Dapat Anugerah Sahabat Pers

Prinsip-prinsip ini ia tuliskan dalam dua karya klasiknya, Security Analysis (1934) dan The Intelligent Investor (1949), yang oleh banyak kalangan dianggap sebagai bacaan wajib setiap investor serius.

1. Margin of Safety: Beli di Bawah Nilai Intrinsik

Bagi Graham, langkah pertama sebelum membeli aset adalah memastikan adanya margin of safety, atau ruang aman, dengan membeli jauh di bawah nilai intrinsiknya. Strategi ini bertujuan mengurangi risiko sambil memaksimalkan potensi imbal hasil.

Ia bahkan menganalogikannya seperti membeli barang senilai satu dolar hanya dengan 50 sen. Salah satu pendekatan favoritnya adalah membeli saham perusahaan yang nilai aset lancarnya, setelah dikurangi utang, masih lebih tinggi dibanding nilai pasar sahamnya, strategi yang ia sebut “net nets”.

Baca Juga: RI Dikenai Tarif 19 Persen oleh AS, Mendag Budi Santoso Sebut Ini Peluang Emas Tarik Investasi dan Dongkrak Ekspor

2. Antisipasi Volatilitas Pasar dan Manfaatkan Peluang

Graham menilai bahwa fluktuasi harga adalah bagian tak terpisahkan dari pasar saham. Daripada menganggapnya ancaman, ia menyarankan agar investor memanfaatkannya sebagai peluang.

Untuk menggambarkan perilaku pasar, ia menciptakan karakter fiksi “Mr. Market” — mitra bisnis yang kadang optimis berlebihan, kadang pesimis ekstrem.

Pesan Graham sederhana namun kuat: jangan ikut hanyut dalam emosi Mr. Market. Investor yang baik harus memegang teguh analisis objektif dan penilaian rasional terhadap nilai sebuah bisnis.

Baca Juga: 4 Alasan Anda Harus Menyimpan Uang Tunai Sekarang: Pelajaran dari Warren Buffett!

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: promedia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

IHSG Diprediksi Sideways, Waspadai Tekanan Global

Kamis, 16 April 2026 | 10:06 WIB

Harga Emas Antam Anjlok, Buyback Tertekan Tajam

Jumat, 27 Maret 2026 | 15:02 WIB
X